Logo Bloomberg Technoz

Prediksi Rupiah Hari Ini: Tekanan Belum Reda

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 January 2026 07:51

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan di pasar kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang rupiah belum mereda. 

Masuk hari kelima perdagangan 2026, rupiah di pasar NDF dihargai Rp16.782/US$ atau melemah 0,06%. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatannya sebesar 0,11% di posisi 98.684.  

Begitu juga dengan mata uang di pasar Asia yang sudah dibuka, mayoritas berada di zona merah. Mata uang Asia tertekan oleh indeks dolar AS dalam yang dalam beberapa hari terakhir melanjutkan tren penguatan.


Kemarin, indeks dolar menguat sebesar 0,32% dan membuat mata uang di Benua Kuning 'kebakaran'. 

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS, Kamis pagi (8/1/2026). (Bloomberg)

Pasar NDF selalu jadi barometer persepsi investor offshore terhadap risiko Indonesia. Dengan penurunan dalam lima hari beruntun di awal tahun ini, menunjukkan ekspektasi pasar global terhadap risiko eksternal yang masih tinggi serta terbatasnya katalis penguatan jangka pendek dari dalam negeri.