Rupiah Masih Tertekan, Dibuka Melemah Tipis
Tim Riset Bloomberg Technoz
07 January 2026 09:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan.
Dalam pembukaan perdagangan spot pagi ini, Rabu (7/1/2026), rupiah mencatat pelemahan sebesar 0,02% di level Rp16.753/US$. Tak lama berselang, rupiah kembali tergerus 0,08% di posisi Rp16.763/US$. Pelemahan ini merupakan sesi ketiga beruntun sejak perdagangan Senin.
Indeks dolar AS yang kembali menguat juga menyebabkan hampir semua mata uang di pasar Asia merah. Peso Filipina melemah paling dalam sebesar 0,19%, won Korea Selatan 0,09%, rupiah 0,8%, ringgit Malaysia 0,8%, renminbi China 0,06%, dolar SIngapura 0,05%. Hanya dolar Taiwan yang menguat 0,17%.
Sentimen eksternal masih jadi faktor dominan yang menekan pergerakan rupiah dan hampir semua mata uang di pasar Asia. Penguatan dolar AS berlanjut, seiring pelaku pasar global yang kembali defensif di tengah meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan The Fed yang belum jelas.
Dari sisi domestik, sentimen pasar juga belum cukup kuat untuk menopang rupiah. Terlihat dari dinamika pasar obligasi yang menunjukkan sikap selektif pemmodal yang terkonsentrasi di tenor pendek pada lelang Surat Utang Negara (SUN) terakhir.































