Okupansi Hotel Bali Terpukul Infrastruktur Buruk-Vila Tak Berizin
Lisa Listiani
07 January 2026 15:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Persatuan Hotel dan Restoran indonesia (PHRI) menyebut bahwa okupansi hotel di Bali pada periode 25-31 Desember 2025 turun hingga 15% jika dibandingkan periode yang sama pada 2024. Walaupun sejumlah hotel melakukan strategi penurunan harga hingga 10%-15% namun tetap tidak dapat mendongkrak okupansi pada Desember 2025.
Perinciannya, okupansi paling terdampak yakni di wilayah Jimbaran, Pecatu, Ungasan, dan Nusa Dua yang menurun sebesar 20%. Kemudian Kuta dan Legian drop sekitar 14% serta Canggu dan Seminyak turun 8%.
Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia menyebut bahwa meski secara kualitas hotel yang ada di Bali cukup baik, namun hotel di Bali kalah dengan banyaknya vila tak berizin yang marak dibangun di Bali dengan harga relatif miring.
“Pertama kita lihat itu memang dari sisi internal kita memang sekarang ini kan marak pembangunan vila-vila yang tidak berizin, kemudian homestay-homestay yang juga tidak berizin,” kata Ferry, Rabu (7/1/2025).
Ferry bilang, maraknya villa tak berizin di Bali tersebut menggerus okupansi hotel yang ada di Pulau Dewata. Tak hanya itu, dari sisi pendapatan pajak, vila dan homestay tak berizin tersebut juga menimbulkan kerugian bagi pemerintah.
































