Logo Bloomberg Technoz

“Ditambah lagi hotel yang harusnya mereka lebih berhak, hotel resmi yang beroperasi mereka yang lebih berhak itu tidak kebagian yang pasar dari situ. Sehingga memang kelihatan jadi hotel occupancy itu nggak terlalu signifikan tumbuhnya. Tapi kalau ini bisa dimulai ditertibkan, mungkin harusnya bisa lebih baik tingkat huniannya.” kata Ferry.

Tak cuma masalah hotel dan vila tak berizin saja, Ferry juga menyoroti infrastruktur Bali yang buruk menjadi salah satu alasan kenapa pariwisata Bali justru kalah dari tempat wisata di negara-negara tetangga.

“Jadi kemudian di Bali itu juga ada kendaraan yang harus diperbaiki, terutama dari sisi infrastruktur, Infrastruktur yang sekarang itu menjadi kendaraan adalah transportasi, infrastruktur jalan, infrastruktur transportasi massal yang memang sudah terencanakan tapi memang belum terealisasi.” kata Ferry.  

“Kita lihat contoh di beberapa daerah seperti terutama di Cambu, macetnya itu sudah luar biasa, sehingga ini membuat frustasi juga wisatawan asing yang ke sana, mereka harus pindah ke satu tempat, ke satu tempat itu butuh waktu yang sangat lama, sehingga buat mereka ini wasting time.” sebutnya.

Menurut Colliers, per Januari hingga Oktober 2025 tingkat keterisian hotel di Bali hanyalah sekitar 70% saja meski tingkat harga mencatatkan kenaikan. Penurunan ini menurut Colliers juga dipengaruhi ketidakpastian pasar pemerintah yang tengah melakukan efisiensi sehingga sektor MICE (meetings incentives conferences and exhibitions) menjadi terpukul.

(ell)

No more pages