Logo Bloomberg Technoz

Meski Murah, Minyak Venezuela Diprediksi Tak Akan Banjiri Pasar

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 January 2026 13:50

Crude oil leaks from an oil pumping jack in an oil field./Bloomberg-Andrey Rudakov
Crude oil leaks from an oil pumping jack in an oil field./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi peristiwa melubernya minyak Venezuela dengan harga diskon tidak akan terulang usai Amerika Serikat (AS) berencana mengelola fasilitas minyak negara Amerika Selatan itu.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo memprediksi AS akan membatasi peredaran minyak Venezuela demi menjaga harga minyak global agar tidak terlalu tertekan.

Lalu, AS juga diprediksi harus melakukan rehabilitasi besar-besaran di fasilitas migas Venezuela usai terdegradasi selama bertahun-tahun.


Meskipun begitu, Sutopo tetap memandang tambahan pasokan dari Venezuela berpotensi menekan harga minyak dunia sebab akan menambah stok dunia yang sedang berlebih.

“Jika sekarang minyak tersebut dikelola secara legal oleh AS, maka diskon gelap tersebut kemungkinan besar akan hilang. Namun, karena volume minyak global secara keseluruhan bertambah, harga acuan di pasar Asia seperti Brent atau Dubai akan ikut tertekan,” kata Sutopo ketika dihubungi, Rabu (7/1/2026).

Sanksi telah menyebabkan ekspor minyak mentah Venezuela ke AS anjlok. (Sumber: Bloomberg)