Logo Bloomberg Technoz

Kemenkeu Sebut Debt Switching Jaga Stabilitas Imbal Hasil SBN

Pramesti Regita Cindy
23 February 2026 18:40

Konferensi Pers APBNKITA (YouTube Kementerian Keuangan RI)
Konferensi Pers APBNKITA (YouTube Kementerian Keuangan RI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah bersama Bank Indonesia menyepakati pelaksanaan transaksi pertukaran surat utang negara (debt switching) di pasar sekunder pada 2026 senilai Rp173,4 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Suminto menuturkan langkah ini menjadi bagian dari strategi pembiayaan APBN 2026 sekaligus upaya menjaga stabilitas pasar keuangan domestik di tengah dinamika global.

"Pertukaran ini tentu akan dapat menjaga stabilitas timbal hasil SBN [Surat Berharga Negara]," kata Suminto dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Senin (23/2/2026). 


Selain itu dengan dilakukannya pertukaran utang negara tersebut, menurutnya pelaksanaan pertukaran SBN dengan Bank Indonesia akan berdampak pada berkurangnya jumlah penawaran SBN di pasar primer, khususnya melalui mekanisme lelang. 

Dengan pasokan yang lebih terkendali di pasar primer, stabilitas imbal hasil (yield) SBN diharapkan tetap terjaga.