Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham barang baku, saham perindustrian, dan saham konsumen non primer menjadi pendorong utama IHSG pecah rekor, dengan menguat 2,15%, 2,11%, dan 1,11%. Disusul oleh menguatnya saham energi mencapai 0,69%.

Saham–saham kesehatan juga berhasil mengalami penguatan 0,45%.

Adapun saham–saham barang baku jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melesat dengan kenaikan 24,7%, dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga melesat di zona hijau dengan menguat 12,8%.

Disusul oleh penguatan saham perindustrian lain, saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang menguat 10,6%, saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) melesat 10,1%, dan saham PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) yang mencetak penguatan 9,62%.

Saham–saham unggulan LQ45 yang bergerak pada teritori positif antara lain, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) melesat 11,5%, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melejit 8,99%. Senada, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 6,82%, dan saham PT XLSmart Tbk (EXCL) meninggi 5,79%.

Panin Sekuritas memaparkan, katalis positif yang mendorong laju IHSG terutama ditopang oleh kinerja saham–saham komoditas, khususnya sektor pertambangan logam dengan fokus pada nikel, seiring ekspektasi pengetatan pasokan global akibat pengurangan suplai dari Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia.

“Penguatan pada sektor basic materials ditopang oleh pergerakan saham–saham nikel, tembaga, hingga aluminium diantaranya AMMN (+3,87%), ANTM (+10,14%) dan INCO (+12,89%) seiring dengan kenaikan harga patokan global, akibat pembatasan kapasitas produksi di Indonesia,” terang Panin Sekuritas.

Sementara Phintraco Sekuritas menyebut, penguatan IHSG ditopang oleh kinerja positif sejumlah sektor, terutama bahan baku, industri, dan konsumer siklikal. Dari sisi teknikal, momentum penguatan masih terjaga, tercermin dari histogram MACD yang terus bergerak menguat di area positif. 

Namun demikian, pelaku pasar perlu tetap mewaspadai potensi aksi taking profit, mengingat indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought

“Sejalan dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 8.900-8.950 pada sesi II perdagangan hari ini,” jelas Phintraco.

(fad/aji)

No more pages