Logo Bloomberg Technoz

Tekanan eksternal yang membebani rupiah hari ini diperkuat dengan rilisnya angka-angka ekonomi yang baru diungkap oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

Indikator makro Indonesia bergerak dalam fase moderasi yang relatif masih rapuh. Realiasi ekspor tercatat -6,60%, lebih rendah dari ekspektasi pasar -1,85%. Begitu juga dengan realisasi impor 0,46% lebih rendah dari ekspektasi 3,61%. 

Di sisi lain melonjaknya data inflasi menjadi 2,92%, menambah tekanan bagi rupiah. Meski laju inflasi ini masih dianggap berada dalam rentang target Bank Indonesia 1,5-3,5%, tetapi kondisi geopolitik yang masih bergejolak membuat ruang pelonggaran suku bunga acuan semakin terbatas. 

Apalagi, pada kuartal pertama tahun ini, faktor musiman akan menyambut pasar dan dapat mengerek laju inflasi lebih lanjut. 

(riset/aji)

No more pages