Logo Bloomberg Technoz

Dolar AS Stagnan, Pasar Cermati Langkah Trump usai Putusan MA

News
23 February 2026 06:40

Dolar AS setelah proses cetak siap potong. Bloomberg
Dolar AS setelah proses cetak siap potong. Bloomberg

Matthew Burgess - Bloomberg News

Bloomberg, Nilai tukar dolar AS diperdagangkan dalam rentang terbatas pada pembukaan pasar Senin pagi (23/2). Pasar masih diliputi ketidakpastian setelah Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Mahkamah Agung AS yang membatalkan penggunaan kekuasaan daruratnya untuk memberlakukan tarif timbal balik.

Mata uang berisiko seperti peso Meksiko terpantau melemah tipis, sementara euro dan yen Jepang merangkak naik. Baht Thailand, yang pergerakannya sering dipengaruhi harga emas, mengalami fluktuasi. Di sisi lain, dolar Selandia Baru menguat setelah data penjualan ritel kuartal keempat negara tersebut naik melampaui ekspektasi ekonom. Sementara itu, Bitcoin masih tertahan pada level rendahnya setelah terkoreksi sepanjang akhir pekan.


Ketegangan meningkat setelah Trump pada hari Sabtu menyatakan akan menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%. Langkah ini diambil guna mempertahankan kebijakan perdagangan proteksionisnya, sekaligus memicu turbulensi ekonomi baru setelah putusan Mahkamah Agung. Dampaknya mulai terasa pada hari Minggu. Kepala perdagangan Eropa mengusulkan penghentian ratifikasi kesepakatan dengan AS, sementara India menunda pembicaraan finalisasi kesepakatan dagang sementara.

"Kita sudah cukup berpengalaman menghadapi Trump dan kita tahu dia tidak akan tinggal diam menerima kekalahan ini," ujar Nick Twidale, kepala analis pasar di AT Global Markets. "Meningkatnya ketidakpastian mengenai langkah Trump selanjutnya jauh lebih membebani pasar ketimbang potensi positif dari penurunan tarif maupun pengembalian dana."

Grafik pergerakan dolar AS. (Sumber: Bloomberg)