Logo Bloomberg Technoz

PHRI Beber Sebab Okupansi Hotel Anjlok 30% Lebih Saat Nataru 

Mis Fransiska Dewi
06 January 2026 14:20

Ilustrasi Hotel. (Putu Sayoga/Bloomberg)
Ilustrasi Hotel. (Putu Sayoga/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) membeberkan alasan tingkat penghunian kamar (TPK) alias okupansi hotel di provinsi Tanah Air mengalami penurunan hingga lebih dari 30% pada momen Natal dan Tahun Baru 2025/2026. 

“Ya kita bisa bilang turunnya bisa 30% dibanding tahun lalu, ada daerah-daerah mungkin yang lebih dari 40% turunnya apalagi yang daerah yang kena bencana itu ya,” kata Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).

Dia menyebut momen Nataru kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena okupansi hanya terjadi satu malam atau Natal pada 24 Desember kemudian malam tahun baru pada 31 Desember. Pada tanggal tersebut, tingkat keterisian kamar hotel bahkan hanya mampu mencapai 70%. Padahal tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai 90%. 


“Nah ini terlihat bahwa memang periode libur Natarunya tuh terpotong, satu terpotong kemudian juga peningkatannya juga enggak panjang gitu, sedikit sekali. Banyak daerah-daerah itu justru melaporkan justru malah menurun,” ujarnya. 

“Enggak sampai paling 70% ya, tapi itu juga nggak semuanya. Kalau kita ukur rata secara umum ya libur Nataru  itu tidak memengaruhi peningkatan okupansi jadinya.”