Logo Bloomberg Technoz

Mengintip Cadangan Minyak Venezuela, Kalahkan Arab Saudi & AS 

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 January 2026 15:40

Sebuah dongkrak pompa minyak dekoratif di Caracas, Venezuela./Bloomberg-Matias Delacroix
Sebuah dongkrak pompa minyak dekoratif di Caracas, Venezuela./Bloomberg-Matias Delacroix

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perusahaan migas AS bakal mengalokasikan investasi miliaran dolar untuk membangun kembali infrastruktur energi di Venezuela.

Sikap itu disampaikan Trump selepas pasukan elit AS menangkap Presiden Venezuela lewat operasi militer, Sabtu (3/1/2026).

Selama konferensi pers pada Sabtu di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Trump menggambarkan visi ambisius untuk menggunakan sumber daya keuangan AS dan pengetahuan industri untuk mengembalikan sektor minyak negara Amerika Selatan itu ke kejayaannya semula.


“Kami akan meminta perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar — yang terbesar di dunia — untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah,” kata Trump dikutip dari Bloomberg News, Senin (5/1/2026).

Tidak jelas seberapa besar kemauan raksasa minyak seperti Exxon Mobil Corp., Chevron Corp., ConocoPhillips, dan lainnya untuk menginvestasikan sejumlah besar uang ke negara yang dijalankan oleh pemerintah sementara yang didukung AS tanpa aturan hukum dan fiskal yang mapan.