Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Badan Informasi Energi AS (EIA), Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia pada 2023 sebesar 303 miliar barel atau setara 17% dari cadangan minyak mentah dunia.

Jumlah tersebut mengalahkan cadangan minyak mentah yang dimiliki negara-negara Timur Tengah.

Dalam laporannya, EIA menyebutkan Arab Saudi memiliki cadangan minyak sebesar 267 miliar barel, Iran tercatat sebesar 209 miliar barel, Kanada sebesar 163 miliar barel dan Iraq 145 miliar barel.

Kemudian, Uni Emirat Arab sebesar 113 miliar barel, Kuwait memiliki cadangan minyak sebesar 102 miliar barel, Rusia sebesar 80 miliar barel, AS sebanyak 74 miliar barel, dan Libya sebesar 48 miliar barel.

Meskipun memiliki cadangan minyak terbesar, sepanjang 2023 Venezuela tercatat hanya mampu memproduksi sekitar 762 ribu barel per hari dengan konsumsi sekitar 372 ribu barel per hari.

Berdasarkan data yang dipublikasikan EIA, produksi minyak Venezuela sempat berada di sekitar 2,6 juta barel per hari pada 2011 hingga 2014, sebelum akhirnya menurun ke 2,5 juta juta barel per hari pada 2015.

Lalu, pada 2016 produksi minyak mentah Venezuela tercatat sebanyak 2,3 juta barel per hari, 2017 sebesar 2,06 juta barel per hari, 2018 1,5 juta barel per hari. Kemudian, memasuki 2019 produksi minyak Venezuela berada dibawah 1 juta barel per hari yakni 928 ribu barel per hari.

Sementara itu, EIA melaporkan per 2022 kapasitas kilang Venezuela tercatat sebesar 1,46 juta barel per hari.

Di sisi lain, perusahaan minyak milik pemerintah Venezuela, Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) mencatat total produksi minyak Venezuela per akhir 2024 berada di rentang 1,1 juta barel per hari.

Melansir Bloomberg News, China merupakan pembeli utama minyak Venezuela. Akan tetapi Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Venezuela sejak 2019.

China secara resmi sempat menghentikan impor minyak mentah Venezuela setelah sanksi AS diberlakukan pada 2019, sebelum kembali melanjutkan impor pada Februari 2024.

Namun melalui jalur tidak resmi, negara pengimpor minyak mentah terbesar di dunia itu disebut tidak pernah benar-benar menghentikan pembelian.

Minyak Venezuela kerap disamarkan sebagai campuran bitumen, menurut para pedagang dan penyedia data pihak ketiga.

Sebelumnya, tim pasukan khusus angkatan darat AS Delta Force menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, bersamaan dengan serangan yang terjadi di wilayah Caracas pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.

Usai penangkapan tersebut, Departemen Kehakiman AS langsung mendakwa Maduro atas peran kuncinya dalam konspirasi besar selama 25 tahun untuk menyelundupkan kokain ke AS.

Operasi tersebut diduga dilakukan dengan bantuan kelompok teroris dan kartel narkoba regional, sekaligus menjadi dakwaan usai dirinya ditangkap bersama dengan istrinya, Cilia Flores.

(azr/naw)

No more pages