Logo Bloomberg Technoz

Knee Arthroplasty, Terapi Bedah Modern untuk Nyeri Lutut


(Dok. Mayapada)
(Dok. Mayapada)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nyeri lutut yang berlangsung lama kerap menjadi keluhan yang mengganggu kualitas hidup banyak orang. Aktivitas sederhana seperti berjalan, naik turun tangga, berdiri lama, hingga berolahraga dapat terasa berat ketika sendi lutut tidak lagi berfungsi optimal. Kondisi ini sering kali tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan akibat proses penuaan, gangguan autoimun, maupun cedera yang pernah dialami sebelumnya.

Secara medis, nyeri lutut kronis dapat disebabkan oleh berbagai kondisi radang sendi atau arthritis. Osteoarthritis, yang berkaitan dengan faktor usia dan keausan sendi, menjadi penyebab paling umum. Selain itu, rheumatoid arthritis yang berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, serta cedera pada struktur lutut, juga dapat memicu kerusakan sendi yang progresif.

Ketika nyeri sudah tidak lagi dapat ditangani dengan obat-obatan atau terapi konservatif, tindakan medis lanjutan perlu dipertimbangkan. Salah satu prosedur yang kini semakin banyak dilakukan adalah Knee Arthroplasty atau operasi penggantian sendi lutut. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri sekaligus memulihkan fungsi lutut agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Knee Arthroplasty umumnya direkomendasikan bagi pasien yang telah mengalami keterbatasan gerak signifikan. Pada tahap ini, nyeri lutut tidak hanya mengganggu aktivitas fisik, tetapi juga berdampak pada kualitas tidur, produktivitas, dan kesehatan mental pasien. Oleh karena itu, keputusan untuk menjalani operasi dilakukan berdasarkan evaluasi medis yang menyeluruh.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Panggul dan Lutut Mayapada Hospital Bandung, dr. Eka Mulyana, SpOT (K), menjelaskan bahwa prosedur ini dirancang untuk memberikan hasil yang aman dan efektif bagi pasien. “Prosedur ini dilakukan untuk meredakan nyeri dan memulihkan fungsi lutut pasien secara aman. Prosedur biasanya berlangsung 1–2 jam, dimulai dari pembiusan (anestesi), sterilisasi area kulit di atas sendi, membuat sayatan kecil di lutut untuk mengganti sendi yang rusak dengan sendi buatan, dan ditutup kembali dengan jahitan yang rapi,” jelasnya.

Prosedur dan Persiapan Sebelum Operasi

Sebelum menjalani Knee Arthroplasty, pasien perlu melalui sejumlah tahapan persiapan medis. Langkah ini penting untuk memastikan prosedur berjalan dengan aman dan meminimalkan risiko komplikasi. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Menurut dr. Eka, pasien diwajibkan berpuasa setidaknya delapan jam sebelum operasi. Selain itu, pemeriksaan laboratorium dan evaluasi jantung melalui elektrokardiogram atau EKG juga menjadi bagian dari persiapan standar. Langkah ini bertujuan memastikan tubuh pasien siap menjalani tindakan bedah.

“Pasien juga perlu memberitahukan riwayat kesehatannya, termasuk penggunaan obat-obatan dan suplemen. Bila perlu, pasien harus menghentikan konsumsi obat yang meningkatkan risiko perdarahan,” tambah dr. Eka. Keterbukaan informasi dari pasien menjadi faktor penting dalam keberhasilan prosedur ini.

Setelah semua persiapan dilakukan dan kondisi pasien dinyatakan stabil, tindakan operasi dapat dilaksanakan. Sendi lutut yang rusak akan digantikan dengan sendi buatan yang terbuat dari material khusus seperti logam atau plastik medis. Material ini dirancang untuk meniru fungsi sendi alami dan memiliki daya tahan tinggi.

Pascaoperasi, pasien akan menjalani masa pemulihan yang membutuhkan disiplin dan pendampingan medis. Pada tahap awal, pasien biasanya diberikan obat pereda nyeri serta pengencer darah sesuai anjuran dokter untuk mencegah pembekuan darah.

“Untuk mendukung proses pemulihan, pasien bisa menggunakan alat bantu jalan sementara, memakai kompres atau stoking elastis pada tungkai bawah untuk melancarkan aliran darah, menghindari aktivitas berat, serta melatih lutut secara bertahap,” lanjut dr. Eka. Rehabilitasi menjadi kunci agar sendi lutut baru dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Proses pemulihan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada kesiapan mental pasien. Dukungan keluarga serta edukasi yang tepat membantu pasien menjalani fase pemulihan dengan lebih percaya diri. Dengan latihan yang teratur dan pengawasan medis, sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas secara mandiri.

Apabila nyeri lutut tidak kunjung membaik dan mulai membatasi aktivitas sehari-hari, pemeriksaan dini menjadi langkah yang sangat dianjurkan. Penanganan yang tepat sejak awal dapat mencegah kerusakan sendi yang lebih parah dan memperluas pilihan terapi yang tersedia.

Mayapada Hospital menghadirkan layanan unggulan Orthopedic Center yang menyediakan penanganan komprehensif untuk masalah tulang dan sendi. Layanan ini mencakup deteksi dini, diagnosis menyeluruh, hingga terapi non-operatif dan operatif sesuai kebutuhan pasien. Didukung oleh tenaga medis berpengalaman, Orthopedic Center menjadi rujukan bagi pasien dengan kasus ortopedi kompleks.

Selain itu, Mayapada Hospital juga telah bermitra dengan berbagai asuransi kesehatan untuk memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat. Konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi dapat dilakukan melalui call centre 150770 atau aplikasi MyCare yang praktis dan mudah digunakan.

Melalui aplikasi MyCare, pasien juga dapat mengakses berbagai artikel kesehatan dan kisah keberhasilan penanganan kasus ortopedi lanjutan. Fitur Personal Health memungkinkan pengguna memantau detak jantung, langkah kaki, jumlah kalori terbakar, hingga Body Mass Index. Dengan pendekatan layanan yang terintegrasi, Mayapada Hospital berkomitmen membantu pasien kembali bergerak aktif dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik.