Logo Bloomberg Technoz

BI Ungkap Latar Belakang Berlakunya Penerapan JIBOR ke INDONIA

Pramesti Regita Cindy
07 January 2026 17:31

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menghentikan penggunaan Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan menggantinya dengan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) sebagai suku bunga acuan pasar uang mulai 1 Januari 2026.

Kepala Grup Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Arief Rachman menjelaskan latar belakang perubahan penggunaan JIBOR menjadi Indonia tersebut. Menurut dia, sebelumnya JIBOR dibutuhkan sebagai harga acuan yang kredibel dan transparan bagi berbagai produk dan aktivitas keuangan, mulai dari kredit perbankan hingga transaksi surat berharga.

"Ketika perusahaan misalnya, perusahaan keuangan, bank, misalnya mengeluarkan surat berharga. Surat-surat berharga. Nanti kalau suku bunganya floating, mereka akan pakai suatu harga acuan. Salah satunya yang bisa dipakai adalah JIBOR,"  kata Arief dalam Taklimat Media di Jakarta, Rabu (7/1/2026). 


Lebih lanjut, ia menilai acuan tersebut juga dipakai dalam pengembangan instrumen pasar, terutama untuk keperluan mark-to-market, yakni penilaian harga instrumen keuangan pada kondisi tertentu agar nilai aset dan kewajiban dapat dihitung secara pasti.

Arief menekankan pentingnya transparansi dalam penentuan harga acuan. Transparansi ini dianalogikan seperti harga bahan bakar minyak (BBM) resmi yang dipublikasikan secara terbuka dan sama untuk semua masyarakat.