VO2 Max Jadi Kunci Kebugaran Jantung Pelari Modern

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kebiasaan berlari kian digemari masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Banyak pelari fokus pada jarak tempuh, kecepatan, atau jumlah kalori yang terbakar setiap sesi latihan. Namun, ada satu indikator penting yang sering luput dari perhatian, yakni kebugaran jantung dan paru-paru yang menjadi fondasi performa olahraga.
Kebugaran jantung dan paru-paru dapat diukur melalui pemeriksaan VO2 Max. Parameter ini menunjukkan jumlah maksimal oksigen yang mampu digunakan tubuh saat beraktivitas fisik intens. Semakin optimal penyerapan oksigen, semakin efisien pula tubuh menghasilkan energi untuk bergerak.
VO2 Max tidak hanya relevan bagi pelari. Pemeriksaan ini juga bermanfaat bagi berbagai cabang olahraga lain seperti bersepeda, sepak bola, basket, futsal, tinju, hiking, hingga tenis. Dengan mengetahui nilai VO2 Max, seseorang dapat memahami kapasitas tubuhnya secara lebih objektif.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO, menegaskan pentingnya indikator ini dalam dunia olahraga. “VO2 Max sangat penting untuk mengetahui seberapa baik jantung memompa darah dan memasok oksigen dari darah ke otot. Oksigen ini dibutuhkan untuk menghasilkan sumber energi bernama adenosine triphosphate (ATP), yang membuat tubuh mampu bergerak lebih optimal saat berlari.”
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa VO2 Max bukan sekadar angka. Nilai ini mencerminkan kerja sama sistem jantung, paru-paru, darah, dan otot dalam mendukung aktivitas fisik. Ketika salah satu sistem tidak bekerja optimal, performa pun akan menurun.
Selain mendukung performa lari, VO2 Max juga digunakan untuk menilai kemampuan atletik secara keseluruhan. Data hasil tes dapat menjadi dasar dalam menyusun program latihan yang lebih efektif, mulai dari pengaturan intensitas, durasi, hingga jenis latihan yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Pemeriksaan VO2 Max dan Faktor yang Mempengaruhi
Dr. Taufan juga menjelaskan bagaimana prosedur tes VO2 Max dilakukan di fasilitas medis. “Tes VO2 Max dilakukan dengan berbagai metode, salah satu yang paling umum adalah menggunakan treadmill dengan intensitas yang meningkat secara bertahap. Peserta mengenakan masker khusus dan alat pengukur detak jantung untuk memantau seberapa banyak oksigen yang digunakan tubuh selama berolahraga hingga mencapai batas maksimal. Tes akan dihentikan saat peserta merasa sangat lelah.”
Selama tes berlangsung, tubuh dipacu hingga mencapai kapasitas maksimalnya. Dari proses tersebut, dokter dapat menilai seberapa efisien tubuh memanfaatkan oksigen. Hasil pengukuran VO2 Max dinyatakan dalam satuan mililiter oksigen per menit per kilogram berat badan atau mL/kg/menit.
Semakin tinggi nilai VO2 Max, semakin baik tingkat kebugaran seseorang. Meski demikian, dr. Taufan menekankan bahwa angka ideal tidak bisa disamaratakan. “Meski begitu, tidak ada skor VO2 Max yang ideal bagi semua orang, karena angka VO2 Max sangat bergantung pada masing-masing individu.”
Pandangan tersebut diperkuat oleh Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Mayapada Hospital Surabaya, dr. Abdul Jabbar Al Hayyan, Sp. KFR, FEMG, FIPM (USG), AIFO-K. Ia menjelaskan bahwa nilai VO2 Max dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bersifat internal maupun eksternal.
“Beberapa faktor seperti jenis kelamin dan usia berada di luar kendali kita. Seiring bertambahnya usia, nilai VO2 Max pun biasanya menurun. Namun, sebagian besar penyerapan oksigen bergantung pada tingkat kebugaran, yang dapat dikelola,” ungkap dr. Hayyan.
Selain usia dan jenis kelamin, faktor lingkungan seperti lokasi dataran juga berpengaruh. Berolahraga di dataran tinggi dengan kadar oksigen lebih rendah dapat memengaruhi nilai VO2 Max dibandingkan dataran rendah. Intensitas dan konsistensi latihan juga memainkan peran besar.
Kabar baiknya, VO2 Max bukanlah angka statis. Nilai ini masih dapat ditingkatkan melalui latihan yang tepat dan terstruktur. Menurut dr. Hayyan, kombinasi latihan intensitas tinggi dan rendah menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas aerobik.
“Latihan intensitas tinggi dilakukan dengan menggabungkan gerakan berat dan ringan secara bergantian. Contohnya, seperti sprint selama beberapa detik, lalu jalan santai, lalu sprint lagi. Sementara, latihan intensitas rendah dapat dilakukan dengan jogging secara rutin dan konsisten,” jelasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya menjaga komposisi tubuh. Mengurangi lemak tubuh tanpa mengorbankan massa otot dapat membantu meningkatkan kebugaran secara keseluruhan. Otot yang kuat mendukung efisiensi penggunaan oksigen saat berolahraga.
Manfaat peningkatan VO2 Max akan terasa setelah dilakukan secara rutin dalam beberapa minggu. Tubuh menjadi tidak mudah lelah, napas lebih terkontrol saat berlari, serta daya tahan meningkat. Selain itu, olahraga teratur juga berkontribusi dalam menurunkan tingkat stres.
Bagi pelari aktif maupun masyarakat yang rutin berolahraga, pemeriksaan VO2 Max menjadi langkah penting sebelum menyusun program latihan. Tes ini membantu mengenali kapasitas tubuh sekaligus meminimalkan risiko cedera akibat latihan berlebihan.
Pemeriksaan VO2 Max dapat dilakukan secara komprehensif di Sports Injury Treatment and Performance Center atau SITPEC Mayapada Hospital. Layanan ini didukung tim dokter ahli yang berpengalaman dalam merancang program latihan sesuai kebutuhan individu.
Tidak hanya untuk peningkatan performa, SITPEC juga menyediakan layanan pencegahan dan penanganan cedera olahraga hingga pemulihan pasca cedera. Fasilitas pendukung seperti gym, alat VO2 Max, dan Body Composition Analysis turut melengkapi layanan tersebut.
Konsultasi dan tes VO2 Max dapat dijadwalkan dengan mudah melalui aplikasi MyCare. Aplikasi ini juga memiliki fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, serta Body Mass Index.
Melalui fitur Health Articles & Tips, pengguna MyCare dapat mengakses berbagai informasi kebugaran yang relevan. Dengan pendekatan berbasis data dan pendampingan medis, VO2 Max kini menjadi indikator penting dalam membangun gaya hidup aktif yang aman dan berkelanjutan.

































