Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Lanjut Reli, Toko Perhiasan Ramai Pembeli

Andrean Kristianto
07 January 2026 18:41

Warga memilih emas perhiasan di Toko Mas Bintang Timur, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih emas perhiasan di Toko Mas Bintang Timur, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Minat masyarakat terhadap emas tetap tinggi meski harga terus menanjak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Minat masyarakat terhadap emas tetap tinggi meski harga terus menanjak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi tersebut terlihat dari ramainya transaksi jual beli emas perhiasan di sejumlah toko saat harga emas dunia mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut terlihat dari ramainya transaksi jual beli emas perhiasan di sejumlah toko saat harga emas dunia mengalami kenaikan.

Aktivitas pembelian bahkan masih mendominasi dibandingkan penjualan.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Aktivitas pembelian bahkan masih mendominasi dibandingkan penjualan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Emas dinilai menjadi pilihan investasi yang aman dan memiliki risiko relatif kecil.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Emas dinilai menjadi pilihan investasi yang aman dan memiliki risiko relatif kecil. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Investasi mendorong masyarakat tetap membeli emas tanpa terlalu mempertimbangkan kenaikan harga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Investasi mendorong masyarakat tetap membeli emas tanpa terlalu mempertimbangkan kenaikan harga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain perhiasan, logam mulia Antam juga banyak diminati pembeli.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain perhiasan, logam mulia Antam juga banyak diminati pembeli. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih emas perhiasan di Toko Mas Bintang Timur, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Minat masyarakat terhadap emas tetap tinggi meski harga terus menanjak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kondisi tersebut terlihat dari ramainya transaksi jual beli emas perhiasan di sejumlah toko saat harga emas dunia mengalami kenaikan.
Aktivitas pembelian bahkan masih mendominasi dibandingkan penjualan.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Emas dinilai menjadi pilihan investasi yang aman dan memiliki risiko relatif kecil.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Investasi mendorong masyarakat tetap membeli emas tanpa terlalu mempertimbangkan kenaikan harga. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Selain perhiasan, logam mulia Antam juga banyak diminati pembeli.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Minat masyarakat terhadap emas tetap tinggi saat harga terus menanjak. Kondisi tersebut terlihat dari ramainya transaksi jual beli emas perhiasan di sejumlah toko saat harga emas dunia mengalami kenaikan.

Aktivitas pembelian bahkan masih mendominasi dibandingkan penjualan. “Banyak yang beli, 60–40 lha, 60% beli dan 40% jual,” kata Akiun, karyawan Toko Mas Bintang Timur di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Emas dinilai menjadi pilihan investasi yang aman dan memiliki risiko relatif kecil. Alasan tersebut mendorong masyarakat tetap membeli emas tanpa terlalu mempertimbangkan kenaikan harga.

Siti, salah satu pembeli emas perhiasan, mengaku tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. “Buat investasi dan dipakai, daripada duitnya nganggur mending dibeliin emas,” kata Siti.

Selain perhiasan, logam mulia Antam juga banyak diminati pembeli. Harga emas Antam tercatat mengalami kenaikan dan pada Rabu (7/1/2026) berada di angka Rp2.584.000 per gram.

Di tingkat toko perhiasan, harga logam mulia Antam turut mengalami penyesuaian. “Harga hari ini 1 gram Antam Rp3 juta, untuk 10 gram kita jual Rp28.200.000, tapi kalau ada yang nawar Rp28 juta yang kita kasih,” kata Akiun.

(dre)