Awal Tahun, Golfer Perlu Waspadai Risiko Cedera

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki tahun 2026, aktivitas golf kembali ramai seiring meningkatnya minat masyarakat menjalani gaya hidup sehat. Golf kerap dipilih karena memadukan olahraga, rekreasi, dan relaksasi dalam satu aktivitas. Banyak golfer menjadikan awal tahun sebagai momentum kembali aktif di lapangan hijau.
Namun, kembalinya aktivitas golf setelah jeda libur panjang tidak selalu berjalan mulus. Peningkatan frekuensi dan intensitas bermain secara tiba-tiba dapat membuat otot dan sendi belum siap menerima beban. Kondisi ini berisiko memicu nyeri hingga cedera apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Dokter Spesialis Ortopedi Mayapada Hospital Kuningan, dr. Jafri Hasan, Sp.OT, Subsp.CO (K), mengingatkan bahwa cedera pada golfer dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Area yang kerap terdampak meliputi bahu, siku, pinggang, paha, lutut, betis, hingga pergelangan kaki.
“Di awal tahun, banyak golfer langsung meningkatkan frekuensi bermain tanpa persiapan yang cukup. Kondisi ini membuat otot dan sendi lebih rentan mengalami cedera. Karena itu, penting untuk mengenali tanda awal cedera dan melakukan penanganan yang tepat sejak awal,” ujarnya.
Cedera yang umum terjadi antara lain keseleo, strain otot, dislokasi sendi, hingga patah tulang. Selain itu, gerakan ayunan golf yang berulang dengan teknik kurang tepat juga dapat memperberat risiko cedera kronis jika dilakukan tanpa pemanasan yang memadai.
Sebagai langkah awal, penanganan cedera ringan dapat dilakukan dengan metode PRICE. Metode ini mencakup Protection untuk melindungi area cedera, Rest dengan menghentikan aktivitas sementara, Ice melalui kompres es, Compression menggunakan perban elastis, serta Elevation dengan memposisikan area cedera lebih tinggi saat beristirahat.
“Metode PRICE efektif sebagai pertolongan pertama. Namun, bila nyeri dan bengkak semakin berat, terjadi perubahan bentuk sendi, atau aktivitas menjadi terbatas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut,” tambah dr. Jafri.
Pendekatan Medis dan Rehabilitasi Cedera Golf
Pada tahap lanjutan, penanganan cedera golf memerlukan evaluasi medis yang lebih komprehensif. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Kuningan, dr. Zeth Boroh, Sp.KO, menjelaskan bahwa pembatasan gerak sering kali diperlukan untuk mencegah cedera bertambah parah.
“Penanganan lanjutan umumnya meliputi pembatasan gerak dengan perban elastis atau light brace, serta fisioterapi dan rehabilitasi melalui latihan khusus. Pendekatan ini bertujuan mempercepat pemulihan, mengembalikan fungsi sendi dan otot, sekaligus mempersiapkan pasien agar dapat kembali berolahraga dengan aman,” jelasnya.
Fisioterapi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Melalui latihan terarah, kekuatan otot, fleksibilitas, dan stabilitas sendi dapat dipulihkan secara bertahap. Program rehabilitasi juga disesuaikan dengan kebutuhan individu agar risiko cedera berulang dapat diminimalkan.
Pada kondisi tertentu, terutama jika cedera melibatkan kerusakan struktural di dalam sendi, tindakan operatif mungkin diperlukan. Salah satu metode yang sering digunakan adalah arthroscopy, yaitu teknik minimal invasif untuk diagnosis dan terapi cedera sendi.
“Arthroscopy memungkinkan penanganan cedera sendi melalui sayatan minimal, nyeri yang lebih ringan, serta proses pemulihan yang lebih cepat. Tindakan ini dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh dan indikasi medis yang jelas,” tambah dr. Zeth.
Selain aspek medis, edukasi mengenai pencegahan cedera juga menjadi hal krusial. Pemanasan yang cukup, peningkatan intensitas bermain secara bertahap, serta menjaga kebugaran otot dan sendi menjadi kunci agar aktivitas golf tetap aman dan menyenangkan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas olahraga, Mayapada Hospital turut aktif dalam berbagai kegiatan golf nasional. Salah satunya dengan berperan sebagai Official Medical Partner Bloomberg Technoz Year End Executive Golf Tournament 2025 yang digelar di Sentul Highlands Golf, Bogor.
Dalam kegiatan tersebut, Mayapada Hospital menyediakan tim medis lengkap, layanan sports physiotherapy, serta ambulans siaga. Berbagai pemeriksaan kesehatan juga diberikan kepada para golfer, mulai dari skrining gula darah, analisis kekuatan genggaman tangan, pemeriksaan postur tubuh, hingga pengukuran indeks massa tubuh.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Mayapada Hospital dalam mendukung gaya hidup aktif dan sehat. Bagi masyarakat yang ingin menjaga kebugaran sekaligus meminimalkan risiko cedera, Sports Injury Treatment and Performance Center menyediakan layanan komprehensif.
Layanan tersebut mencakup skrining, pencegahan dan penanganan cedera, hingga peningkatan performa olahraga. Fasilitas pendukung seperti gym, VO₂ Max, dan Body Composition Analysis turut melengkapi pendekatan medis yang terintegrasi.
Informasi seputar layanan kesehatan dan edukasi kebugaran dapat diakses melalui aplikasi MyCare. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau aktivitas fisik, detak jantung, kalori terbakar, serta Body Mass Index, sehingga pengguna dapat lebih memahami kondisi tubuhnya secara menyeluruh.

































