Logo Bloomberg Technoz

Saat Tito memasuki wilayah Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dirinya menemukan banyak tiang listrik yang juga tumbang imbas banjir-longsor. Serta, kemungkinan tiap 100 meter (m) terdapat tiang listrik yang terbuat dari kayu.

“Bisa dibayangkan enggak, kalau seandainya itu sebagian besar tumbang di kampung-kampung? Dua jam dari Kota Lhokseumawe menuju ke Langkahan itu, Aceh Utara. Dua jam tumbang, sepanjang jalan dua jam itu itu sebagian tumbang, sebagian tumbang, it takes time [itu membutuhkan waktu],” ujar Tito.

Dia meyakini siapapun tak bakal bisa memperbaikinya selama 1—3 hari saja. Hal itu dikarenakan lokasinya terpencil dan akses yang tak mudah.

“Tumbangnya itu kabel listriknya, kabelnya jatuh masuk ke air, kalau dihidupkan justru akan jadi korsleting atau korban bagi yang lain, terjadi cut off [pemutusan listrik] di sana,” jelas Tito.

Kemudian, dia mengklaim sejumlah menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang roboh telah diperbaiki. Namun, terdapat persoalan lainnya yaitu jaringan listrik yang menuju ke daerah-daerah terpencil.

“Jadi yang kita good news [kabar baik]-nya adalah semua main line [jalur utama]-nya, yang SUTET-SUTET besarnya itu, tadinya SUTET-nya ada yang roboh juga di dari Arun menuju ke daerah di daerah Bireuen. Ya itu roboh, tetapi saya tahu dengan cepat bisa diperbaiki oleh PLN,” tutur Tito.

Nah problemnya adalah yang tadi, yang menuju daerah-daerah kecil,” sambung dia.

Sementara itu, Tito juga menyebut pasokan BBM di Aceh sudah dinilai cukup dan tak tampak antrean yang panjang. Hal itu saat dirinya bersama Presiden RI Prabowo Subianto mengecek langsung ke lapangan.

“Kemudian, kemarin waktu saya datang dua hari lalu dengan Bapak Presiden, alhamdulillah tiga-tiga SPBU-nya semua sudah on semua, sudah aktif semua, dan biasanya panjang antrenya, kemarin tidak. Artinya cukup pasokan dan saya cek juga cukup pasokan,” ujar Tito.

(far/wdh)

No more pages