Logo Bloomberg Technoz

“Kita akan lihat terlebih dulu. Ini berapa realisasi penjualan tahun 2025 kan kita belum dapat. Lagi dikonsolidasikan sama Dirjen Migas,” jelas dia. 

Pertimbangkan Naik 

Sebelumnya, Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman memastikan kuota impor BBM milik SPBU swasta akan segera diumumkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Namun, Laode enggan mengungkap besaran tambahan kuota impor tersebut.

"Saya sudah kasih clue waktu di malam itu. Bahwa sekarang demand itu lagi naik. Tentu kita akan mempertimbangkan itu," kata Laode kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, dikutip Kamis (25/12/2025).

"Sebenarnya sudah dihitung, tapi yang mengumumkan harus nanti Pak Menteri," tegas Laode.

Sekadar catatan, pemerintah mempersingkat durasi izin impor BBM oleh badan usaha swasta menjadi 6 bulan dari biasanya 1 tahunan pada 2025.

Dalam durasi yang singkat tersebut, SPBU swasta diberi kuota impor periode 2025 sebanyak 10% lebih banyak dari realisasi 2024.

Dalam perkembangannya, saat realisasi impor telah terpenuhi lebih cepat akibat tingginya permintaan BBM di SPBU swasta, Kementerian ESDM menolak memberikan tambahan

rekomendasi kuota impor, sehingga menyebabkan gangguan pasokan di hampir seluruh jaringan SPBU swasta.

Sebagai jalan tengah, Bahlil mengambil kebijakan agar pemenuhan kebutuhan BBM untuk SPBU swasta akan dilakukan oleh Pertamina melalui impor dalam format base fuel atau BBM dasaran tanpa ada campuran bahan aditif.

(mfd/naw)

No more pages