Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (2/12/2025).
- Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 7,56 poin
- Astra International (ASII) menyumbang 7,45 poin
- Vktr Teknologi Mobilitas (VKTR) menyumbang 5,06 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 4,91 poin
- Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 3,84 poin
- Pacific Strategic Financial (APIC) menyumbang 3,8 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 3,65 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 3,18 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 3,12 poin
- Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 2,66 poin
Adapun saham–saham perindustrian lainnya juga menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Modern Internasional Tbk (MDRN) melejit 10% dan saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) juga menguat dengan kenaikan 9,68%.
Disusul oleh penguatan saham konsumen non primer, saham PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) yang menguat 24,7% dan saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) yang mencetak kenaikan 10%.
Secara teknikal, terdapat pembentukan histogram positif pada MACD diiringi dengan stochastic RSI yang berpotensi membentuk golden cross di pivot area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.580–8.620 pada perdagangan Sesi II,” mengutip riset Phintraco Sekuritas siang hari ini, Selasa.
Sentimen positif datang dari aktivitas manufaktur yang kuat pada November, surplus perdagangan yang sehat pada Oktober, dan inflasi yang mereda pada November. Di samping itu, sektor pariwisata juga meningkat menjelang liburan akhir tahun, didorong insentif pemerintah dan diskon tarif, jadi pendorong penguatan IHSG siang hari ini.
“Perdagangan di pasar reguler di sepanjang Sesi I ini terpantau ramai dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp12 triliun,” terang Panin Sekuritas, yang didominasi oleh transaksi saham perbankan besar, energi, dan properti.
(fad/aji)





























