Logo Bloomberg Technoz

Akhir pekan lalu, Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) New York John Williams menyatakan bahwa ruang penurunan suku bunga acuan masih terbuka dalam waktu dekat.

“Saya melihat kebijakan moneter saat ini agak restriktif. Oleh karena itu, saya rasa ada ruang untuk penyesuaian suku bunga acuan menuju posisi (stance) yang cenderung netral,” katanya dalam sebuah acara di Santiago, Chile, seperti diberitakan Bloomberg News.

Pernyataan Waller dan Williams sepertinya efektif untuk mengangkat optimisme pasar. Kini investor melihat ada kemungkinan yang cukup besar bahwa suku bunga acuan bisa turun bulan depan.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas Federal Funds Rate turun 25 basis poin (bps) menjadi 3,5-3,75% dalam rapat Desember adalah 80,9%. Seminggu yang lalu, peluangnya hanya 42,4%.

Sedangkan kemungkinan suku bunga acuan bertahan di 3,75-4% bulan depan hanya 19,1%. Padahal sepekan yang lalu mencapai 57,8%.

Saat suku bunga mungkin akan turun, berinvestasi di aset-aset berbasis dolar AS (terutama di instrumen berpendapatan tetap) menjadi kurang menguntungkan. Ini membuat dolar AS menjadi kurang diminati dan membuka peluang mata uang Asia untuk terapresiasi, rupiah tidak terkecuali.

(riset)

No more pages