Maju IPO, Superbank (SUPA) Alami Kerugian Besar Menahun
Artha Adventy
25 November 2025 09:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Calon emiten PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) sempat mengalami kerugian selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan dalam prospektus IPO, bank yang kini berfokus pada layanan digital tersebut mencatat kerugian beruntun sejak 2022 hingga 2024.
Per Juni 2025, Superbank memang mulai mencatat laba bersih Rp20,5 miliar, namun capaian itu belum cukup menutupi kerugian besar pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, perseroan membukukan rugi bersih Rp366,36 miliar, lebih baik dibandingkan rugi Rp385,10 miliar pada 2023.
Di tahun 2022, kerugian Superbank bahkan mencapai Rp155,18 miliar, sementara pada 2023 melonjak lebih dari dua kali lipat sebelum turun tipis pada 2024. Kerugian menahun tersebut terutama dipengaruhi oleh beban operasional yang tinggi, termasuk beban umum dan administrasi, beban tenaga kerja, serta beban kerugian penurunan nilai aset keuangan.
Meski pendapatan bunga bersih meningkat signifikan, mencapai Rp606,8 miliar pada 2024 dibandingkan Rp301,1 miliar pada 2023, beban operasional yang mencapai lebih dari Rp1 triliun tetap membebani kinerja bank.
Prospektus juga mencatat bahwa beban penurunan nilai aset keuangan (CKPN) di 2024 mencapai Rp101,9 miliar, sementara beban umum dan administrasi mencapai Rp506,9 miliar.


























