Saham–saham perindustrian juga berhasil mengalami penguatan 2,25%.
Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham Big Caps, atau pun saham–saham Blue Chip.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (24/11/2025).
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 21,88 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 20,98 poin
- Telkom (AMMN) menyumbang 19,89 poin
- Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 12,43 poin
- Telkom (BREN) menyumbang 11,31 poin
- Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) menyumbang 8,79 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 7,03 poin
- MD Entertainment (FILM) menyumbang 6,63 poin
- Petrindo (PTRO) menyumbang 5,46 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 5,01 poin
Saham–saham unggulan LQ45 juga jadi pemicu penguatan IHSG hingga pecah rekor baru, saham PT Surya Citra Media Tbk (ISAT) melesat 5,34%, saham PT AKR Corporindo Tbk (UNVR) menguat 5,12%, saham PT Unilever Indonesia Tbk (INDF) terbang 4,56%, dan juga saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MEDC) melonjak 4,35%.
Menyusul rekan–rekannya, saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (EMTK) melesat 2,78%, saham PT Bank Central Asia Tbk (AMRT) terapresiasi 2,19%. Senada, saham PT Ciputra Group Tbk (BBTN) menguat 2,11%, dan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (GOTO) meninggi 1,56%.
Adapun Bursa Asia hari ini justru bervariasi cenderung menguat. Indeks Hang Seng Hong Kong terbang 1,97%, Shenzhen Composite China naik 0,87%, Strait Times Singapura menguat 0,62%, PSEI Filipina bertambah 0,41%, dan SETI Thailand terangkat 0,18%.
Di sisi lain, Kospi Korea Selatan turun 0,19% dan Sensex India terpangkas 0,11%.
Melansir Phillip Sekuritas Indonesia, reli kuat IHSG terdorong penguatan di Wall Street akibat bangkitnya optimisme mengenai pemangkasan suku bunga acuan bulan depan. Gubernur Federal Reserve Bank New York John Williams mengatakan pihaknya melihat ruang untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat dengan alasan pelemahan di pasar tenaga kerja adalah sumber ancaman yang lebih besar dibanding dengan lonjakan inflasi.
“Pernyataan ini langsung memperkuat spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga acuan Federal Funds Rate yang ketiga untuk tahun ini oleh bank sentral AS,” jelas riset Phillip Sekuritas.
Para pelaku pasar melihat 75% peluang pemangkasan suku bunga FFR bulan depan, naik tajam dibanding dari peluang 40% pada pekan lalu.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG ditutup menguat akibat euforia pasar seiring pemberlakuan indeks MSCI terbaru.
“Penguatan IHSG ini ditopang oleh rebalancing MSCI November yang berlaku efektif pada 25 November. Saham BREN dan BRMS yang berhasil masuk dalam MSCI Global Standard Index membukukan penguatan tajam,” tulis Phintraco.
Secara teknikal, lanjut riset Phintraco, IHSG ditutup menguat di atas level MA–5 serta berhasil keluar dari area konsolidasinya dan mencapai level tertinggi baru.
“Indikator MACD dan Stochastic RSI juga mengindikasikan peluang berlanjutnya penguatan. Sehingga secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level psikologis di 8.600.”
(fad/aji)





























