Reposisi tak hanya berlaku untuk Patrick. Perusahaan menerangkan bahwa Direktur Ade Mulyana juga a mengundurkan diri. Resign juga berlaku untuk jajaran Komisaris GoTo yaitu Pablo Malay dan Winato Kartono dengan alasan pribadi dan keluarga.
"Andre Soelistyo dan Bapak Santoso Kartono akan menggunakan pengalaman strategis dan pemahaman mendalam mereka tentang teknologi dan investasi untuk meningkatkan
fungsi pengawasan dan tata kelola Dewan Komisaris."
Patrick Walujo Pendukung Awal Gojek
Patrick adalah investor gelombang pertama Gojek, saat itu dipimpin dan didirikan oleh Nadiem Makarim. Usaha Patrick membantu Nadiem, Andre Soelistyo, dan co-founder lainnya membesarkan Gojek kala itu disulut oleh gencarnya tren bisnis layanan perjalanan atau ride hailing lewat kehadiran Uber Technologies. Patrick mulai masuk sebagai salah satu investor via Pacific Century Ventures pada tahun 2015.
Pada saat itu pula keterlibatan Patrick di bisnis startup ride hailing dimulai, dan tidak terbatas hanya sebagai investor, sampai dengan keterlibatan ‘perkawinan’ dua perusahaan rintisan dalam negeri paling termasyhur, Gojek dan Tokopedia.
Patrick juga membantu startup yang awal mula beroperasi dari garas rumah hingga mencatatkan diri sebagai perusahaan publik melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Status perusahaan juga terus naik dari unicorn hingga decacorn berkat ketertarikan investor strategis ikut pendanaan GoTo.
Dari Komisaris ke CEO dan Janji Emban Amanat hingga 2029
Peran Patrick, yang sebelumnya sebagai Komisaris di GOTO, semakin penting saat pemegang saham dalam rapat pada bulan Juni 2023 dengan suara bulat menunjuknya sebagai Chief Executive Officer (CEO). Patrick Walujo menggantikan Andre Soelistyo.
Saat mengambil alih jabatan CEO, Patrick diberikan mandat utama untuk melakukan restrukturisasi dan penyehatan finansial. Targetnya dalah terus mengoptimalisasi strategi Perseroan menuju target profitabilitas.
Pada masa kepemimpinannya, Patrick mengambil langkah untuk menjalin kemitraan antara GOTO dengan Tiktok, tepatnya pada awal tahun 2024. Patrick menegaskan kemitraan dengan TikTok yang menginvestasikan dana senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp24 triliun (kurs rupiah saat itu) dapat memberikan banyak manfaat.
“Kemitraan dengan TikTok berpotensi menjadikan gabungan Tokopedia-TikTok Shop menjadi yang terdepan atau nomor satu di Indonesia. Tokopedia dan TikTok memiliki pasar yang saling melengkapi dan tidak tumpang tindih,” ucap Patrick.
Patrick dalam sebuah kesempatan di awal 2025 sempat berjanji terus menjabat CEO hingga akhir periode yaitu tahun 2029. Tujuannya tetap menjabat adalah mengawal bisnis GoTo yang hingga kuartal II mencatat EBITDA Grup yang disesuaikan positif Rp427 miliar. Ini menjadi catatan tiga kuartal GoTo mencapai EBITDA positif.
GoTo secara konsolidasi membukukan pendapatan sebesar Rp8,6 triliun sepanjang Januari-Juni 2025 atau tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. GoTo juga pangkas kerugian menjadi Rp742 miliar pada semester I 2025 atau mengalami penyusutan sebesar 74% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
“Memimpin GoTo selama 18 bulan terakhir merupakan kehormatan yang luar biasa dan saya bangga untuk berkomitmen pada masa depan jangka panjang saya di perusahaan ini,” terang dia.
“Sebagai perusahaan, kami berada dalam posisi yang unik untuk membentuk masa depan teknologi di Indonesia, memberdayakan bisnis, meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari, dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian negara.”
Usai resmi diumumkan pengunduran diri Patrick saham GOTO tercatat naik sebanyak 3 poin atau 4,69% menjadi Rp67/saham sejak pembukaan perdagangan hari ini. Namun catatan perjalanan sepanjang tahun (year to date/ytd) GoTo masih -5,6%.
Sekadar informasi tambahan, selain aktif di Northstar Patrick juga melalui Wealth Track Technology Ltd, tercatat sebagai salah pemegang saham PT Bank Jago Tbk (ARTO). Patrick juga merupakan menantu dari sosok pengusaha nasional Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat.
(fik/wep)































