Logo Bloomberg Technoz

GoTo Tanggung Iuran BPJS Kesehatan Mitra Driver, Ini Kata Menkes


(Dok. GOTO)
(Dok. GOTO)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat perlindungan sosial bagi mitra pengemudinya.

Melalui inisiatif terbaru, GoTo mengumumkan akan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi mitra driver ojek online yang masuk dalam kategori Mitra Juara. Kebijakan ini langsung mendapat apresiasi dari pemerintah karena dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan dan produktivitas pekerja sektor informal digital.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara peluncuran program Bakti GoTo untuk Negeri: Empat Dukungan Nyata Untuk Kesejahteraan Mitra yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa 27 Januari 2025. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang secara terbuka memuji langkah GoTo.

Dalam sambutannya, Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama kesejahteraan. Menurutnya, mitra driver yang sehat akan lebih produktif dan mampu menjaga stabilitas penghasilan dalam jangka panjang. Pemerintah, kata Budi, sangat mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk memperluas jaminan kesehatan bagi pekerja nonformal.

“Teman-teman, sehat itu jauh lebih murah jauh, lebih produktif daripada sakit. Sekarang saya tanya siapa yang pernah sakit sehingga nggak masuk atau nggak narik? Nah pertanyaan kedua kalau nggak narik lebih sejahtera atau kurang sejahtera? Jadi ngerti ya supaya sejahtera harus sehat, tidak boleh sakit,” ujar Budi dalam acara tersebut.

Budi juga mengapresiasi keputusan GoTo yang menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi mitra driver terpilih. Menurutnya, langkah ini memberikan rasa aman dan ketenangan bagi mitra dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di jalan, yang penuh dengan risiko kerja.

Perlindungan sosial ini mencakup BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, serta BPJS Kesehatan. Program tersebut secara khusus ditujukan kepada Mitra Juara, yakni mitra terbaik yang dinilai berdasarkan keaktifan, kinerja, serta kualitas layanan kepada pelanggan.

Perlindungan Dirancang dari Kebutuhan Mitra

Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, menjelaskan bahwa seluruh program perlindungan sosial yang diluncurkan GoTo tidak dirancang secara sepihak. Perusahaan secara rutin melakukan diskusi langsung dengan mitra driver untuk memahami kebutuhan riil di lapangan.

“Jadi kita ada namanya FGD dan kopdar dengan mitra, tetapi kalau bicara mengenai program biasanya kita lebih fokus. Diskusinya lumayan intens, jadi kita kira-kira kebutuhannya apa, apa yang mungkin kita bisa bantu. Nah dari situlah kita rancang,” ungkap Bambang.

Menurut Bambang, pendekatan berbasis dialog ini menjadi kunci agar program yang dijalankan benar-benar relevan dan berdampak. GoTo menyadari bahwa mitra driver memiliki tantangan yang beragam, mulai dari risiko kecelakaan hingga ketidakpastian penghasilan ketika kondisi kesehatan terganggu.

Bambang menambahkan bahwa untuk BPJS Kesehatan, kepesertaan dalam program ini bersifat opsional. Hal ini berkaitan dengan regulasi pemerintah yang mewajibkan kepesertaan BPJS Kesehatan mencakup seluruh anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga. Dengan demikian, mitra diberikan keleluasaan untuk menentukan apakah akan menanggung iuran anggota keluarga secara mandiri.

Sementara itu, untuk BPJS Ketenagakerjaan, GoTo akan sepenuhnya menanggung iuran bagi Mitra Juara yang terdaftar. Skema ini diharapkan mampu memberikan perlindungan menyeluruh, khususnya terhadap risiko kecelakaan kerja yang kerap dihadapi pengemudi ojek online.

Inisiatif penjaminan BPJS ini bukanlah program yang muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya, GoTo telah melakukan uji coba program serupa di Surabaya sejak Desember 2024. Sebanyak 10.000 mitra driver di kota tersebut menjadi penerima manfaat awal dari kebijakan ini.

Hasil implementasi awal di Surabaya dinilai positif, baik dari sisi respons mitra maupun efektivitas perlindungan yang diberikan. Berdasarkan evaluasi tersebut, GoTo kemudian memutuskan untuk meluncurkan program secara nasional.

Setelah diluncurkan secara nasional, program ini ditargetkan menjangkau ratusan ribu mitra driver di berbagai daerah di Indonesia. Mitra yang masuk dalam kategori Juara akan mulai menerima manfaat BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan secara penuh mulai 1 Februari 2026.

Langkah GoTo ini dinilai sebagai terobosan penting dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia. Di tengah perdebatan mengenai status kerja mitra platform digital, kebijakan ini menunjukkan upaya konkret perusahaan dalam menghadirkan perlindungan sosial yang berkelanjutan.

Bagi pemerintah, inisiatif ini juga sejalan dengan agenda nasional dalam memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan. Kolaborasi antara negara dan pelaku industri digital dinilai krusial untuk menjawab tantangan kesejahteraan pekerja di era ekonomi berbasis platform.

Dengan adanya jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, mitra driver diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus. Rasa aman tersebut diyakini akan berdampak positif tidak hanya bagi mitra, tetapi juga bagi kualitas layanan kepada masyarakat luas.

Ke depan, GoTo menyatakan akan terus mengevaluasi dan mengembangkan program kesejahteraan mitra berdasarkan dinamika kebutuhan di lapangan. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama mitra sebagai bagian penting dari ekosistem digital nasional.