Logo Bloomberg Technoz

Sementara ada empat mata uang Benua Kuning yang melemah, Mereka adalah dolar Taiwan (-0,06%), dolar Hong Kong (-0,04%), won Korea Selatan (-0,03%), dan peso Filipina (-0,01%).

Dolar AS memang melemah, tetapi tidak terlampau signifikan. Kemarin, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) turun 0,01% ke 100,21.

Pagi ini, indeks tersebut terpangkas 0,08% ke 100,14 pada pukul 09:13 WIB.

Dollar Index (Sumber: Bloomberg)

Dolar AS masih bertaji, dengan Dollar Index di atas 100, karena ekspektasi bahwa bank sentral Federal Reserve rasanya tidak akan menurunkan suku bunga acuan dalam pertemuan bulan depan. Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat Desember tinggal 39,1%. Sementara kemungkinan suku bunga acuan ditahan mencapai 60,9%.

Kabar terbaru yang menambah pesimisme pasar adalah data ketenagakerjaan. Malam tadi waktu Indonesia, US Bureau of Labor Statistics akhirnya merilis data ketenagakerjaan periode September, yang tertunda lebih dari sebulan gara-gara government shutdown.

Pada September, perekonomian AS menciptakan 119.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll). Jauh membaik ketimbang Agustus yang turun 4.000 dan lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yakni 50.000.

Penciptaan 119.000 non-farm payroll menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Data ini menggambarkan bahwa pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam mulai pulih. Pelemahan mungkin tidak sedalam yang diperkirakan.

Akibatnya, pasar berpandangan mungkin stimulus moneter lebih lanjut belum diperlukan. Penurunan suku bunga acuan masih bisa ditunda untuk kesempatan-kesempatan berikutnya.

“Pasar sudah berpikir bahwa penurunan suku bunga acuan pada Desember masih jauh dari pasti. Data ketenagakerjaan memberi konfirmasi akan hal tersebut,” tutur Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Saat suku bunga mungkin belum turun, maka berinvestasi di aset-aset berbasis dolar AS (terutama di instrumen berpendapatan tetap) masih akan menarik. Ini membuat dolar AS masih menjadi primadona di pasar keuangan global.

(aji)

No more pages