Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di Rp 16.681/US$.
Namun kalau rupiah malah melemah, maka target support terdekat adalah Rp 16.712/US$. Support lanjutan ada di Rp 16.721/US$.
Sentimen Penggerak Rupiah
Laju penguatan rupiah sepertinya akan terbatas mengingat dolar AS juga sedang di jalur pendakian. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) ditutup menguat 0,57% ke 100,11. Ini menjadi yang tertinggi sejak 5 November atau sekira dua minggu terakhir.
Rupiah masih menyimpan potensi penguatan akibat sentimen domestik. Kemarin, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 4,75%.
Suku bunga yang tidak turun membuat selisih atau jarak (spread) dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS tidak makin menyempit. Artinya, berinvestasi di pasar keuangan Ibu Pertiwi masih atraktif.
Kemarin, imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun ditutup di 6,14%. Turun 0,2 basis poin (bps) dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan yield menandakan harga obligasi sedang naik akibat peningkatan permintaan.
(aji)




























