Logo Bloomberg Technoz

Curhat ke DPR, Pedagang Thrifting Tuding Tekstil China Bunuh UMKM

Redaksi
19 November 2025 13:20

Calon pembeli melihat pakaian bekas (Thrifting) yang dijual di Pasar Baru, Jakarta, Kamis (31/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianrto)
Calon pembeli melihat pakaian bekas (Thrifting) yang dijual di Pasar Baru, Jakarta, Kamis (31/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianrto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pedagang pakaian bekas impor (thrifting) menyambangi Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI terkait dengan pengetatan pemerintah terhadap bisnis pakaian bekas impor. Para Pedagang  terutama mengeluhkan tudingan pemerintah terhadap bisnisnya yang disebut membunuh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami mengharapkan untuk ada solusi jangka pendek, jangka panjang, bila perlu hasil yang menetap untuk usaha thrifting ini, Pak. Jadi selama ini usaha thrifting ini diidentikan mengganggu UMKM di Indonesia. Jadi kami perlu garis bawahi, Pak, bahwa thrifting ini juga bagian dari UMKM.” kata Rifai Silalahi, Pedagang Thrifting Pasar Senin, Rabu (19/11/2025).

Rifai juga bilang bahwa pasar produknya dengan industri tekstil lokal sangatlah berbeda sehingga tidak mungkin produknya mengganggu pelaku usaha kecil.


“Sebenarnya bukan thrifting yang membunuh UMKM, tapi lebih kepada pakaian-pakaian impor Cina yang hampir menguasai kurang lebih 80% pangsa pasar di Indonesia.” lanjutnya sembari mengeklaim bahwa saat ini dia menggengam data tersebut.

Ia mengeluhkan tuduhan terhadap bisnisnya tersebut selalu digulirkan setiap tahunnya. Bahkan, Ia mensinyalir jika mungkin saja tuduhan tersebut dilakukan demi melanggengkan barang-barang China yang membanjiri Indonesia.