Logo Bloomberg Technoz

Konsumsi Rumah Tangga Menguat, Ekonomi RI Kian Solid

Redaksi
19 November 2025 10:41

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Tercatat 5,03% Lebih Rendah dari Target Pemerintah (Bloomberg/Diolah)
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Tercatat 5,03% Lebih Rendah dari Target Pemerintah (Bloomberg/Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penguatan konsumsi rumah tangga kembali menjadi motor utama optimisme ekonomi Indonesia menjelang penutupan 2025.

Laporan terbaru Office of Chief Economist Bank Mandiri pada Selasa (18/11) menunjukkan bahwa daya beli masyarakat terus menunjukkan tren positif, sejalan dengan fokus kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas domestik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Bank Mandiri mencatat momentum konsumsi masyarakat meningkat konsisten, diperkuat persiapan liburan Natal dan Tahun Baru. Kondisi ini menandakan bahwa sentimen ekonomi di tingkat rumah tangga tetap kondusif meski ekonomi global masih dipenuhi ketidakpastian.

Mandiri Spending Index (MSI) pada 9 November 2025 tercatat naik 1,7% secara mingguan menjadi 308,1. Kenaikan ini sekaligus mencatat 10 pekan berturut-turut penguatan sejak awal September, menjadikannya salah satu periode pertumbuhan konsumsi terpanjang dalam dua tahun terakhir.

"Tren belanja yang terus menguat menunjukkan daya beli masyarakat tetap solid menjelang libur akhir tahun," tulis tim ekonom Bank Mandiri dalam laporannya.

Peningkatan tersebut terutama dipicu oleh mobilitas masyarakat yang semakin tinggi menjelang musim liburan. Kelompok belanja mobilitas naik 2,3% dalam sepekan, dengan penjualan tiket kereta melonjak 3,5%, mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan domestik di seluruh wilayah Indonesia.

Selain konsumsi yang menguat, indikator lain yang tak kalah penting adalah membaiknya kapasitas tabungan kelompok masyarakat bawah. Indeks tabungan segmen ini meningkat menjadi 74,7, menandai kenaikan pertama dalam delapan bulan terakhir.

Perbaikan tersebut memberi sinyal bahwa ruang finansial kelompok rentan mulai kembali pulih setelah sempat tertekan akibat kenaikan harga pada periode sebelumnya. Kendati kelompok menengah-atas mencatat sedikit penurunan tabungan, tren di lapisan bawah menunjukkan pondasi konsumsi yang kini lebih menyeluruh.

Stabilitas Domestik Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Di saat pasar global masih menantikan arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia, indikator dalam negeri tetap menunjukkan ketahanan. IHSG pada 17 November tercatat menguat 0,55%, sementara Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun menjadi US$424,4 miliar pada kuartal III 2025.

Rupiah juga berada dalam posisi stabil di sekitar Rp16.700 per USD, menandakan persepsi risiko yang relatif terkendali di mata pelaku pasar. Stabilitas finansial yang terjaga ini menjadi faktor pendukung tambahan bagi kepercayaan konsumen dan pelaku usaha.

"Konsistensi pemulihan belanja menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi memasuki tahun depan," tegas Pimpinan Office of Chief Economist Mandiri dalam laporan tersebut.

Dengan konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari setengah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, tren penguatan ini memperkuat proyeksi bahwa ekonomi nasional akan tumbuh sejalan dengan target pemerintah. Momentum belanja Nataru diperkirakan akan mendorong aktivitas di sektor transportasi, retail, makanan-minuman, hingga hiburan.

Pertumbuhan yang merata di berbagai sektor ekonomi pada periode akhir tahun diyakini akan menjaga laju ekspansi ekonomi Indonesia tetap stabil menuju 2026. Para analis menilai bahwa tren konsumsi yang solid merupakan cerminan resiliensi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Bank Mandiri menilai bahwa selama sentimen belanja terjaga, maka ketahanan ekonomi domestik akan semakin kuat menghadapi dinamika eksternal. Kombinasi antara perbaikan konsumsi, stabilitas finansial, dan ruang fiskal yang terjaga disebut sebagai modal penting bagi Indonesia dalam menavigasi tahun depan.

Secara keseluruhan, laporan terbaru ini mempertegas bahwa penguatan konsumsi domestik bukan hanya sekadar fenomena musiman, namun bagian dari tren pemulihan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan ekonomi yang fokus pada stabilitas harga, daya beli, dan momentum mobilitas masyarakat, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2025–2026 berada pada jalur yang menjanjikan.