Logo Bloomberg Technoz

Kemenkeu Akui Perjanjian Dagang Beri Risiko Penerimaan Negara

Sultan Ibnu Affan
18 November 2025 19:00

Ekspor impor. (Dok: Bloomberg)
Ekspor impor. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaKementerian Keuangan (Kemenkeu) turut mengkhawatirkan sejumlah perjanjian dan kesepakatan dagang yang dilakukan oleh Indonesia akan menjadi risiko bagi penerimaan negara ke depan.

Perjanjian dagang tersebut sebagai imbas dari gejolak perang tarif oleh Amerika Serikat (AS), khususnya Presiden Donald Trump yang di mulai sejak April lalu, yang turut membuat arah perdagangan Internasional berubah.

"Ke depan, ini akan menjadi sumber risiko bagi pendapatan negara. Kenapa? Karena kita haus memberikan beberapa konsesi-konsesi, dalam konteks perjanjian dagang dengan AS, termasuk Eropa," ujar Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Jakarta, dikutip Selasa (18/11/2025).


Febrio lantas menyoroti soal perjanjian dagang Indonesia dengan Eropa atau IEU-CEPA beberapa waktu lalu. Dalam perjanjian tersebut, Indonesia bersepakat untuk menurunkan bea masuk maupun bea keluar barang-barang yang berasal dari Eropa.

Namun, dia menggarisbawahi Indonesia masih tetap memiliki peluang untuk meminimalisir risiko tersebut. Salah satunya lewat pengenaan bea keluar komoditas konsentrat tembaga, termasuk rencana penerapan tarif bea keluar emas dan batu bara.