Logo Bloomberg Technoz

Dalam paparannya, Febrio mengungkapkan rencana pengenaan tarif bea keluar tersebut dilangsungkan mengacu tarif berasal dari Harga Mineral Acuan (HMA) emas. Ketika harga emas berada di atas US$3.200/troy ounces, maka akan dikenakan tarif sebesar 15%.

Sementara itu, untuk emas yang seharga lebih rendah dari US$3.200 — US$2.800/troy ounces akan dikenakan tarif sebesar 12,5%. Pengenaan dilakukan kepada komoditas dore (batangan emas murni) dalam bentuk bongkah, ingot, batang tuangan, dan bentuk lainnya.

Kemudian, ada juga emas atau paduan emas dalam bentuk Tidak ditempa berbentuk granules dan bentuk lainnya, tidak termasuk dore.

Berikut pergerakan saham emas pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (18/11/2025):

  1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) jatuh 6,64% di posisi Rp2.110
  2. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) ambles 4,55% di posisi Rp525
  3. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 3,78% ke posisi Rp1.145
  4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melemah 1,04% ke posisi 3.790
  5. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terdepresiasi 0,77% ke posisi Rp1.285
  6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merah 0,54% ke posisi Rp925
  7. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih bertahan hijau 0,98% ke posisi Rp3.090

Pengenaan tarif ini berpotensi membebani kinerja fundamental perusahaan emiten–emiten pertambangan emas, terlebih lagi terhadap perusahaan dengan tingkat pangsa pasar luar negeri yang amat besar (ekspor). 

Sebagai gambaran ialah emiten PSAB, melansir laporan keuangan perusahaan, nyaris keseluruhan pendapatan PSAB sepanjang tahun 2025 berasal dari ekspor, terutama penjualan ke Metalor Technologies Singapore Pte. Ltd, yang kontribusinya mencapai 95% dari total pendapatan PSAB.

Metalor Singapore sendiri merupakan salah satu perusahaan pemurnian emas terbesar di Singapura, yang meluncurkan produk emas bullion bersertifikasi LBMA (London Bullion Market Association).

Sisanya merupakan penjualan ke Beijing Fuhaihua Import and Export Corp Ltd: perusahaan logistik asal China, dan Kewangsa Group Sdn Bhd: produsen perhiasan Malaysia.

Namun memang, sebagai catatan, efek kebijakan terhadap sejumlah emiten-emiten emas di atas terbilang relatif minim, misalnya Antam (ANTM) sejalan dengan porsi ekspor yang terbatas dari masing-masing perusahaan.

(fad)

No more pages