Logo Bloomberg Technoz

“Selama puluhan tahun, ekonomi dunia bertumpu pada energi fosil. Tapi kini, kita dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga pasokan energi, sekaligus menurunkan emisi. Itu bukan hal yang mudah,” jelasnya.

Avep menekankan bahwa minyak dan gas masih akan menjadi penopang utama energi global dalam waktu dekat, dengan kontribusi lebih dari setengah kebutuhan energi primer dunia. Menurutnya, tantangan industri bukan menghentikan eksplorasi, tetapi memastikan operasinya semakin efisien, digital, dan ramah lingkungan. Ia juga menegaskan bahwa Pertamina Drilling memegang peran penting dalam menjaga produksi migas nasional lewat teknologi pengeboran yang maju, inovasi berkelanjutan, serta komitmen kuat pada keselamatan dan lingkungan.

Ia menambahkan bahwa transformasi energi tidak mungkin berjalan tanpa SDM unggul. Pertamina Drilling telah lama mengusung filosofi “Nurture from Within” untuk memperkuat kompetensi internal. Dalam sesi yang sama, Yohana Endrawati (Manager HC Development) memaparkan program Drilling Well Engineering Trainee (DWET), sementara Chair Rony (Manager IDTC) menjelaskan perkembangan Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu yang kini berkelas internasional dan bahkan telah memberikan pelatihan hingga ke Tanzania, Namibia, dan Timor Leste.

“Kami tidak hanya mencetak pekerja, tapi pemimpin masa depan. SDM unggul adalah fondasi dari industri energi yang berdaulat. Saya juga bangga atas bergabungnya lulusan Universitas Pertamina di Pertamina Drilling dan Anak Perusahaan Pertamina lainnya,” ujar Avep.

Momentum kuliah umum ini bertepatan dengan peringatan 97 tahun Sumpah Pemuda. Avep menutup sesi dengan pesan reflektif yang menggugah semangat para mahasiswa Universitas Pertamina. “Dulu para pemuda bersumpah untuk mempersatukan bangsa. Sekarang, para pemuda harus bersatu untuk menjaga masa depan energi negeri ini,” katanya.

Ia menegaskan, perubahan besar di sektor energi tak akan datang dari teknologi semata, tetapi dari generasi muda yang berani berpikir kritis dan bertindak inovatif. “Transisi energi bukan sekadar adaptasi terhadap perubahan, tapi tentang bagaimana kita memimpin perubahan itu. Dan saya yakin, pemuda Indonesia siap berada di garis depan,” tutupnya.

(tim)

No more pages