Rangkuman Informasi Kasus Ledakan SMAN 72
Sebanyak 20 Korban Masih Dirawat
Peristiwa ledakan menyebabkan 96 orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan; termasuk ABH. Hingga data terakhir, sebanyak 20 siswa masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sebanyak 12 siswa menjalani perawatan di RS Islam Cempaka Putih, enam siswa di RS Yarsi Cempaka Putih, dan satu siswa harus menjalani operasi bedah plastik di RSCM. Satu siswa lainnya yaitu ABH menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.
Ada Tujuh Bom Rakitan
Polisi mengungkap ABH membawa tujuh bom rakit ke sekolah pada hari kejadian. Dua bom berjenis jarak jauh diledakan di masjid SMAN 72 dengan menggunakan remote. Lima bom lainnya berjenis sumbuh dengan wadah pipa besi dan kaleng minuman soda. Dua bom di antaranya diledakan di area taman baca dan bank sampah SMAN 72. Bom tersebut memiliki daya ledak rendah namun cukup mematikan karena berisi paku-paku.
Enam Nama Teroris di Senapan Mainan
ABH menuliskan enam nama pelaku tindak pidana terorisme pada senjata mainan yang dibawanya saat meledakan masjid dan sekolah SMAN 72. Pada mainan Assault Rifles 15 tersebut tercantum pelaku teror dengan ideologi neo-Nazi dan anti imigran.
- Erick Harris dan Dylan Klebold yang merupakan pelaku penembakan di Columbine High School, Colorado, Amerika Serikat pada 1999.
- Alexandre Bissonnette yang merupkan pelaku kasus Quebec Church Attack di Kanada pada 2017.
- Dylann Roof yang merupakan pelaku penembakan Charleston Church, South Carolina, Amerika Serikat pada 2015
- Vladislav Roslyakov yang merupakan pelaku teror berideologi neo-nazi yang melakukan serangan di Kerch Polytechnic College pada 2018.
- Brenton Tarrant yang menyerang dua masjid dan melakukan pembantaian terburuk dalam sejarah Selandia Baru pada 15 Maret 2019.
- Natalie Lynn Rupnow yang melakukan penembakan di Wisconsin, Amerika Serikat pada 2024.
Kemampuan Rakit Bom Disoal
Polisi telah mengungkap bahwa ABH yang merakit tujuh bom tersebut belajar secara otodidak melalui internet. ABH juga disebut kerap mengakses sejumlah forum pada dark web dan bergabung dengan komunitas tertentu yang mengarah pada aksi kekerasan. Akan tetapi, hal ini masih menyisakan tanda tanya tentang keberhasilan ABH merakit sendiri tujuh bom di SMAN 72. Polisi hanya mengkonfirmasi menemukan seluruh bahan baku pembuatan bom yang sama di kediaman ABH dan ayahnya.
Motif Masih Abu-abu
Polisi mengungkap kondisi keseharian ABH yang cenderung tertutup atau introvert. Mereka juga menyebut ada dugaan ABH mengalami kesendirian karena tak memiliki teman atau kerabat yang bisa berbagi keluh kesah. Hal ini berkaitan dengan kondisi keluarga ABH yang ayah dan ibunya bercerai. Namun, belum ada informasi apakah ABH tersebut memang menjadi korban Bullying di sekolah.
(dov/frg)
































