Langkah Mendikdasmen Agar Kasus SMAN 72 Tak Terulang
Dinda Decembria
12 November 2025 17:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti berharap insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta menjadi yang pertama dan terakhir terjadi di dunia pendidikan. Ia menegaskan, peristiwa itu harus menjadi momentum memperkuat sistem pembinaan dan perlindungan siswa di sekolah.
“Dengan berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, kita berupaya agar peristiwa di Jakarta ini mudah-mudahan menjadi yang pertama dan terakhir. Tapi ini memberi pesan kuat kepada kita bahwa pembinaan yang dilakukan perlu kita sempurnakan,” ujar Mu’ti di Jakarta, Selasa (11/11).
Menurut Mu’ti, sejumlah penelitian menunjukkan angka kekerasan di lembaga pendidikan masih cukup tinggi. Meski tidak seluruhnya terjadi di lingkungan sekolah, banyak pelaku maupun korban justru berasal dari kalangan pelajar. Karena itu, Kemendikdasmen kini tengah menyiapkan pembinaan yang lebih humanis dan menyentuh sisi psikologis siswa.
“Inilah yang coba kita bangun, pendekatan yang lebih humanis—head to head, heart to heart—supaya murid bisa bercerita dari hati ke hati kepada guru wali,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kebijakan baru Kemendikdasmen nantinya mewajibkan setiap guru memiliki tugas bimbingan dan konseling, meskipun bukan guru BK. Guru wali diharapkan mampu mengenali potensi siswa, memitigasi risiko, dan menjadi penghubung antara sekolah serta orang tua.































