COP30 Dinilai Jadi Peluang RI Cari Pembiayaan Proyek PLTS 100 GW
Muhammad Fikri
15 November 2025 14:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dalam satu dekade ke depan berpotensi terhambat oleh tingginya biaya modal (cost of capital) proyek energi bersih di Indonesia.
Untuk itu, Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim ke-30 (COP30) di Brasil pada 2025 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk mendesak reformasi pendanaan global.
Terlebih, sebagai tuan rumah, Presiden Brasil di COP30 menargetkan mobilisasi pembiayaan iklim hingga US$1,3 triliun per tahun. Dengan demikian, Indonesia didorong untuk aktif mengambil peluang tersebut guna mendorong pencapaian target PLTS 100 GW demi mempercepat transisi energi nasional.
Direktur Climate Policy Initiative (CPI) Tiza Mafira mengatakan tanpa penurunan biaya modal yang signifikan, target 100 GW PLTS sulit tercapai.
"Mobilisasi pendanaan US$1,3 triliun per tahun tidak akan tercapai tanpa penurunan biaya modal di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang kini bisa mencapai 8%—12%, dua kali lipat negara maju," kata Tiza dalam siaran tertulis, dikutip Sabtu (15/11/2025)






























