Baht Thailand menjadi yang terlemah dengan depresiasi 0,27%. Dolar Taiwan menyusul dengan pelemahan 0,26%.
“Rupiah masih menghadapi risiko tekanan akibat kecemasan kondisi fiskal dalam waktu dekat, sementara jalur pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia kemungkinan akan mengikis daya tarik imbal hasil dan meredam arus masuk asing,” tulis Chunyu Zhang dan Stephen Chiu, analis Bloomberg Intelligence, dalam sebuah catatan.
Rupiah mendapat angin segar dari dolar AS yang terpeleset. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) ditutup melemah 0,34% ke 99,159. Dollar Index pun menyentuh titik terendah sejak 28 Oktober atau lebih dari dua pekan.
Investor Mulai Berburu SUN Lagi
Pasar Surat Utang Negara Indonesia rebound pada perdagangan hari ini Jumat (14/11/2025), setelah terpuruk di sepanjang pekan menyusul gencarnya arus keluar modal asing dari pasar surat utang Indonesia.
Melansir data realtime OTC Bloomberg, pada pukul 16:00 WIB, mayoritas tenor SUN bergerak naik terdorong oleh permintaan beli investor yang meningkat. Hal itu terindikasi dari penurunan tingkat imbal hasil alias yield dari sebagian besar tenor terutama SUN tenor 1Y.
Yield SUN berjangka 1 tahun turun 09,8 basis poin (bps) mencapai 4,719%. Adapun tenor 2Y dan 3Y juga diserbu, dengan penurunan yield 0,2 bps dan 3,6 bps di 4,825% dan 5,083%.
Penurunan imbal hasil juga dicatat oleh tenor 7Y sebesar 2,8 bps menjadi 6,015%. Sementara tenor lebih panjang 10Y dan 16Y mencatat penurunan terbatas masing–masing 0,7 bps dan 0,5 bps.
Kendatipun kebanyakan tenor mencetak rebound harga, beberapa tenor masih mengalami tekanan jual. Investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi untuk SUN tenor panjang 15Y yang mencatat kenaikan 0,3 bps, lalu tenor 18Y dan 20Y juga naik masing–masing 1,4 bps dan 1,6 bps. Begitu juga tenor 40Y menguat bertambah 0,2 bps menjadi 6,754%.
(fad/aji)



























