Logo Bloomberg Technoz

Pengusaha Pulp dan Kertas Kewalahan Hadapi Banjir Impor China

Redaksi
11 November 2025 19:40

Ilustrasi ekspor impor China (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi ekspor impor China (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Banjir ekspor China tak hanya menimpa sektor tekstil saja, pengusaha pulp dan kertas juga menyebut bahwa impor pulp dan kertas terutama yang berasal dari China tersebut cukup menggerus industri dalam negeri.

“Tantangan yang paling besar yang bakal kita hadapi yang tadi kita lihat juga kecenderungan penurunan dari data pak Dirjen adalah membanjirnya produk-produk impor, saya rasa ini hampir di semua sektor ya” kata  Direktur Komite Bahan Baku Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Irsyal Yasman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (11/11/2025).

Menurut Irsyal, salah satu yang membuat industri pulp dan kertas tak mampu membendung banjirnya barang impor yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut adalah karena adanya dua perjanjian yang diteken oleh pemerintah.


Kedua perjanjian yang mengikat secara regional tersebut adalah ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Irsyal bilang, pada perjanjian ACFTA industri kertas masih punya ruang gerak lantaran masih ada tarif resiprokal apabila China mengenakan tarif masuk ke negara tersebut. Namun, perjanjian RCEP dinilai sangat merugikan industri kertas, pun industri-industri lainnya yang ada di Indonesia.