Presiden Prabowo Fokuskan Dana Sitaan untuk Pendidikan
Redaksi
29 October 2025 20:34

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan seluruh hasil penyitaan negara dari berbagai kasus kejahatan, termasuk korupsi dan penyalahgunaan narkotika, akan diinvestasikan untuk pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama menuju masa depan bangsa yang lebih baik.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya usai menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba seberat 214,84 ton dengan nilai mencapai Rp29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju kebangkitan bangsa. Ia menyatakan bahwa seluruh hasil penghematan dan penyitaan negara akan diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan, mulai dari renovasi sekolah hingga pembangunan sekolah baru di berbagai tingkatan.
“Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa. Kita akan kerahkan semua hasil penghematan, semua hasil penyitaan, untuk diinvestasikan pada pendidikan anak-anak kita. Sekolah akan kita renovasi, dan sekarang kita membangun Sekolah Rakyat. Ke depan juga akan kita dirikan sekolah menengah dan universitas-universitas,” jelas Prabowo.
Dana Sitaan Korupsi Juga Dialokasikan untuk Beasiswa
Kebijakan tersebut bukan hal baru. Sebelumnya, Prabowo juga pernah menyampaikan hal serupa ketika Kejaksaan Agung menyerahkan uang sitaan kasus korupsi Crude Palm Oil (CPO) kepada Kementerian Keuangan senilai Rp13 triliun. Dalam kesempatan itu, ia memerintahkan agar dana tersebut digunakan untuk memperluas program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional. Dengan mengalihkan hasil penyitaan negara ke sektor pendidikan, pemerintah berharap dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur sekolah, Prabowo juga menyoroti pentingnya akses pendidikan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang kuat akan menjadi pondasi bagi kemajuan ekonomi dan sosial bangsa di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia yang berhasil mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar selama satu tahun terakhir. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai bentuk nyata pengabdian aparat kepada bangsa dan negara.
Menurut Prabowo, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang dapat menghancurkan masa depan bangsa jika tidak diberantas secara serius. Karena itu, ia meminta agar Polri terus bekerja dengan semangat tinggi untuk menjaga keamanan dan masa depan generasi muda Indonesia.
“Narkoba adalah kejahatan luar biasa yang dapat menghancurkan masa depan bangsa,” ujar Prabowo.
Presiden juga memberikan pesan khusus kepada seluruh anggota Korps Bhayangkara untuk tetap teguh dan berani dalam menjalankan tugas penegakan hukum, meski sering kali menghadapi berbagai bentuk tekanan.
“Jangan ragu-ragu, jangan berkecil hati. Sering kali berbuat baik tidak mendapat terima kasih, tapi berbuat salah sedikit tidak akan dilupakan. Kita harus kuat memilih berbakti sebagai abdi bangsa, sebagai Bhayangkara negara. Risiko pendekar adalah siap dimaki, siap dihujat, siap difitnah, tapi tetap berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tegasnya.
Pendidikan Jadi Pilar Utama Membangun Masa Depan Bangsa
Kebijakan Prabowo yang mengarahkan hasil penghematan dan penyitaan negara untuk pendidikan dipandang sebagai langkah visioner dalam membangun pondasi jangka panjang bangsa. Dengan menempatkan pendidikan sebagai fokus utama, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi negara.
Pendekatan ini juga memperlihatkan bagaimana kebijakan hukum dan pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan beriringan. Uang hasil sitaan dari tindak pidana tidak lagi hanya dikembalikan ke kas negara, tetapi digunakan secara produktif untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus.
Melalui strategi tersebut, Prabowo ingin menunjukkan bahwa pemberantasan kejahatan bukan hanya soal menegakkan hukum, tetapi juga tentang mengembalikan manfaat kepada rakyat dalam bentuk pendidikan yang berkualitas.
Dengan arah kebijakan ini, pemerintah menegaskan tekadnya untuk menciptakan bangsa yang maju, berpendidikan, dan berintegritas tinggi. Pendidikan, sebagaimana disampaikan Prabowo, bukan sekadar urusan pembangunan manusia, melainkan investasi terbesar dalam perjalanan menuju kebangkitan Indonesia.































