Prabowo Bicara Praktik Curang Underinvoicing & Kebocoran APBN
Dovana Hasiana
08 June 2026 18:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membeberkan permasalahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Dari sisi belanja, Kepala Negara mengidentifikasi banyaknya pengeluaran yang tidak efisien dan mubazir.
Sehingga, kepala negara memangkas anggaran sebesar US$18 miliar pada 2025. Perlu diketahui, Prabowo memang melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp306,69 triliun pada APBN 2025. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan anggaran pada beberapa kementerian/lembaga.
"Saya memangkas pengeluaran yang tidak perlu senilai US$18 miliar, uang yang sebelumnya mengalir ke kantong para pejabat korup alih-alih digunakan untuk melayani rakyat," ujar Prabowo dalam wawancara dengan media Prancis, Atlantico.fr, dikutip Senin (8/6/2026).
Dari sisi penerimaan negara, Indonesia memiliki rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya pada level 11-12%. Ini merupakan yang terendah di antara negara-negara G20 yang rata-rata berada pada level 30%. Angka itu bahkan lebih rendah dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, dan banyak negara tetangga Indonesia.
Menurut Prabowo, hal ini terjadi karena adanya praktik lancung berupa pelaporan nilai transaksi yang lebih rendah dari sebenarnya (underinvoicing). Prabowo mengatakan Indonesia memiliki kerugian lebih dari US$900 miliar akibat praktik lancung tersebut.






























