Mitratel Bukukan Laba Bersih Rp 1,54 T di Kuartal III 2025

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) membukukan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III tahun 2025. Perseroan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp1,54 triliun, didorong oleh efisiensi operasional yang konsisten dan optimalisasi portofolio bisnis menara serta fiber optik.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan dinamika industri telekomunikasi yang semakin kompetitif.
“Pencapaian ini menunjukkan komitmen Mitratel untuk terus tumbuh secara berkelanjutan melalui efisiensi operasional, ekspansi infrastruktur digital, dan peningkatan nilai tambah bagi pelanggan. Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan pendapatan serta memperkuat profitabilitas dan daya saing di seluruh lini bisnis,” ujar Theodorus.
Ia menambahkan, Mitratel berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan pendapatan serta memperkuat profitabilitas dan daya saing di seluruh lini bisnis. Hasil ini mencerminkan strategi manajemen yang fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan posisi di ekosistem digital nasional.
Kinerja Keuangan Meningkat Didukung Efisiensi Operasional
Pendapatan Perseroan tercatat mencapai Rp6,88 triliun hingga September 2025, tumbuh secara normalisasi sebesar 0,9% year-on-year (YoY). Dari sisi profitabilitas, EBITDA Mitratel juga naik 1,8% YoY menjadi Rp5,77 triliun, dengan margin EBITDA tetap kuat di 83,8%.
Selain itu, upaya efisiensi terlihat dari keberhasilan menekan biaya operasional (COE) sebesar 3,4% YoY menjadi Rp1,11 triliun. Efisiensi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan margin laba bersih (NIM) yang kini mencapai 22,4%.
Mitratel menjelaskan bahwa normalisasi pendapatan tersebut terkait dengan transaksi akuisisi UMT yang dilakukan pada Desember 2024. Secara akuntansi, hasil akuisisi tersebut dicatat sejak Januari 2024 sehingga mencerminkan laporan keuangan yang lebih realistis dan transparan.
Kontributor utama pendapatan Mitratel berasal dari bisnis menara kepemilikan sendiri (tower owned) yang menyumbang 82,7% dari total pendapatan atau senilai Rp5,69 triliun. Angka ini meningkat 0,4% YoY seiring dengan pertumbuhan jumlah tenant dan peningkatan pemanfaatan aset.
Sementara itu, bisnis fiber muncul sebagai motor pertumbuhan baru dengan pendapatan mencapai Rp431 miliar, melonjak 57,2% YoY. Pertumbuhan agresif ini memperlihatkan kemampuan Mitratel dalam memperluas portofolio infrastruktur digital di luar bisnis menara tradisional.
Melalui strategi portofolio yang adaptif dan terarah, bisnis menara dan fiber terbukti menjadi kombinasi yang kuat dalam menopang kinerja jangka panjang Perseroan. Hal ini juga mencerminkan langkah nyata Mitratel dalam mendukung digitalisasi nasional.
Hingga akhir September 2025, Mitratel memiliki 40.102 menara dengan total 61.987 tenant. Dengan demikian, tenancy ratio meningkat menjadi 1,55 kali, dari sebelumnya 1,51 kali di periode yang sama tahun lalu.
Selain bisnis menara, ekspansi jaringan fiber optik terus menunjukkan kemajuan signifikan. Panjang jaringan fiber yang sudah billable mencapai 67.738 kilometer, naik 47,9% YoY. Lonjakan ini menggambarkan upaya agresif perusahaan dalam memperluas layanan konektivitas digital ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Pertumbuhan jaringan fiber dan peningkatan tenancy ratio menara menunjukkan bahwa strategi kami berjalan sesuai rencana. Kami terus memperluas jangkauan hingga ke wilayah-wilayah 3T untuk menghadirkan konektivitas yang merata dan inklusif,” tambah Theodorus menegaskan.
Prospek Optimistis di Sisa Tahun 2025
Dengan kinerja yang solid dan fundamental bisnis yang kuat, Mitratel optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan performa di atas target. Strategi efisiensi, ekspansi infrastruktur, serta diversifikasi bisnis menjadi pilar utama untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Perseroan juga terus berfokus pada peningkatan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan melalui inovasi, digitalisasi, dan penguatan ekosistem telekomunikasi nasional. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Mitratel sebagai pemain utama di industri infrastruktur digital Indonesia.
Dengan ketahanan bisnis yang teruji dan strategi jangka panjang yang konsisten, Mitratel menegaskan komitmennya untuk terus menjadi tulang punggung konektivitas digital nasional, mendukung ekonomi digital Indonesia menuju masa depan yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
































