Logo Bloomberg Technoz

Arah Pergerakan Penghuni Baru Indeks LQ45

Muhammad Julian Fadli
28 October 2025 13:10

Ilustrasi LQ45 dan IHSG. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ilustrasi LQ45 dan IHSG. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merampungkan evaluasi mayor anggota Indeks LQ45. Lima saham masuk untuk menggantikan lima saham lainnya.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Hermina Tbk (HEAL), dan juga PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) masuk ke dalam daftar anggota terbaru LQ45 periode November 2025–Januari 2026.

BEI lantas mengeluarkan lima saham berikut, PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).


Menelisik lebih jauh, ada beberapa parameter yang menjadi acuan saham–saham masuk menjadi konstituen LQ45 atau justru terdepak, salah satunya likuiditas.

Saham HEAL memiliki rasio free float 49,45% dan bobot 0,57% terhadap Indeks LQ45. Sementara, saham NCKL memiliki rasio free float dan bobot masing–masing 10,43% dan 0,43%.

Saham NCKL pada Selasa 28 OKTOBER 2025 (Sumber: Bloomberg)