Logo Bloomberg Technoz

Meski begitu, Kung masih bullish terhadap emas. Koreksi dua hari terakhir belum mengubah persepsinya.

Saat ini harga emas memang sedang masuk fase konsolidasi. Akan tetapi, fase ini diperkirakan tidak lama.

“Dalam waktu dekat, saya rasa kita akan mencapai dasar. Sentimen-sentimen penggerak harga emas masih sama, tidak ada yang berubah.

“The Fed (Federal Reserve, Bank Sentral Amerika Serikat/AS) tidak akan menaikkan suku bunga. Pemerintah AS tidak membenahi isu defisit anggaran. Saya tidak melihat ada perubahan yang bisa membuat orang berkata tidak perlu membeli emas,” jelas Adrian Day, pendiri Adrian Day Asset Management yang berbasis di Maryland (AS), juga dikabarkan Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini, Kamis (23/10/2025)? Apakah bisa bangkit atau malah makin terjepit?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Menariknya, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, ada harapan harga emas bisa naik hari ini. Target resisten terdekat adalah US$ 4.189/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Jika tertembus, maka harga berpotensi menguji US$ 4.212/troy ons.

Andai harga emas turun lagi, maka target support terdekat adalah US$ 4.044/troy ons. Dari sini, harga berisiko mengetes level US$ 4.015-3961/troy ons.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

(aji)

No more pages