Logo Bloomberg Technoz

Proyek Titan Ngaret, ESDM Singgung Isu Perjanjian Antam-Huayou

Azura Yumna Ramadani Purnama
21 October 2025 10:20

Zhejiang Huayou Cobalt (Dok. Huayou)
Zhejiang Huayou Cobalt (Dok. Huayou)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebut keterlambatan groundbreaking proyek baterai Titan dipicu oleh beberapa kesepakatan yang masih harus dituntaskan oleh Antam dan Huayou.

Yuliot tidak membocorkan detail kesepakatan apa yang belum diselesaikan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam dan anak usaha Zhejiang Huayou Cobalt Co agar proyek ekosistem baterai senilai US$9,8 miliar itu bisa segera dimulai.

“Titan ini kita lagi  dorong untuk percepatan kerja sama antara Antam sama Huayou. Lagi menyelesaikan perjanjian,” ujarnya singkat saat dimintai konfirmasi, ditemui di kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (20/10/2025) petang.


“Mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai. Kita dorong bagaimana groundbreaking-nya.”

Zhejiang Huayou Cobalt (Dok. Huayou)

Untuk diketahui, peresmian atau groundbreaking proyek ekosistem baterai terintegrasi yang digarap Indonesia Battery Corporation (IBC) bersama anak usaha Huayou, alias Proyek Titan, resmi mundur dari rencana sebelumnya pada September 2025.