Logo Bloomberg Technoz

Kegelisahan yang meningkat terkait perang tarif tersebut membuat pasar terjerembab di zona merah pada pembukaan Senin pagi ini. Di Asia, mayoritas mata uang melemah. Yen Jepang memimpin kemerosotan dengan pelemahan 0,49%, dolar Taiwan 0,23%, won Korsel 0,13%, dan ringgit Malaysia 0,01%.

Di pasar ekuitas, Bursa Saham Asia juga merah, dengan FTSE Straits Times Singapura melemah terdalam mencapai 1,33%, menyusul FTSE Malaysia KLCI drop 1,24% dan KOSPI ambles 1,17%. Bursa saham yang lain terlihat bersiap juga dibuka melemah bila mengacu pada pergerakan bursa berjangka (futures) pagi ini.

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi terpeleset lagi ke zona merah di area Rp16.580-Rp16.600/US$ dengan level support terkuat rupiah pada Rp16.650/US$ sekaligus sebagai support psikologis.

Sementara trendline terdekat pada time frame daily menjadi resistance potensial pada level Rp16.520/US$. Kemudian, target penguatan optimis lanjutan untuk dapat kembali menguat ke level Rp16.500/US$.

Dalam sepekan perdagangan, selama nilai rupiah bertengger di atas Rp16.600/US$ usai tertekan, maka masih ada potensi untuk lanjut melemah dalam tren jangka menengah rupiah berpotensi melemah ke Rp16.700/US$.

Sebaliknya, apabila terjadi penguatan hingga Rp16.500/US$ rupiah berpotensi terus menguat ke area Rp16.450/US$ hingga Rp16.400/US$.

(fad/aji)

No more pages