Logo Bloomberg Technoz

Namun, Prima memastikan dana mengendap itu akan berkurang menjelang akhir tahun. Dia memperkirakan anggaran mengendap di daerah akan turun menjadi sekitar Rp95-100 triliun,.

"Sehingga, dengan siklus ini, uang-uang yang sudah dibayar, ini kan terakumulasi dari sisa tahun sebelumnya,” tuturnya.

“Kita juga tidak tutup mata, ada daerah-daerah yang tidak bisa membelanjakannya dengan optimal. Sehingga uangnya yang nongkrong situ aja,” kata dia.

Belakangan, pemerintah melaporkan masih terdapat dana daerah yang mengendap di BPD mencapai Rp233 triliun hingga 31 Agustus 2025.

Angka tersebut terus mengalami peningkatan selama 4 tahun terakhir.

Pada Agustus 2021, dana mengendap mencapai Rp178,95 triliun, dan naik menjadi Rp203,42 triliun pada 2022.

Sementara itu, dana mengendap selama 2023 sempat turun menjadi Rp201,31 triliun, belakangan dana mengendap sempat susut ke Rp192,57 triliun pada 2024.

(ibn/naw)

No more pages