Logo Bloomberg Technoz

Bunga Deposito Valas 4%, Ampuhkah Tarik Dolar ke RI?

Redaksi
26 September 2025 14:14

Ilustrasi Dolar AS (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi Dolar AS (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Langkah bank-bank milik negara (Himbara) serentak menaikkan tingkat suku bunga deposito valas hingga 4% mulai awal November nanti, memperpanjang daftar kebijakan baru yang mendapat sorotan tajam dari pelaku pasar dan para ekonom belakangan.

Langkah terbaru bank-bank BUMN itu muncul menyusul pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada pekan lalu, yang mengatakan pemerintah menyiapkan insentif untuk menarik dolar AS milik WNI kembali ke dalam negeri, sehingga dapat mendukung cadangan devisa, menambah suplai valas di perbankan domestik, juga mendorong kredit valas untuk berbagai proyek strategis pemerintah.

Bila ditarik lagi ke belakang, sebelumnya pemerintah juga menggelontorkan dana jumbo ke bank-bank Himbara, melalui pemindahan kas negara senilai Rp200 triliun dari rekening pemerintah di BI, yang ditujukan untuk menggeber kredit ke sektor riil sehingga uang beredar primer (M0) bisa bertambah dan perekonomian domestik yang lesu bisa kembali bangkit.


Beberapa waktu sebelumnya, ketika nahkoda Kementerian Keuangan masih diduduki oleh Sri Mulyani Indrawati, kebijakan pembagian beban (burden sharing) diumumkan, di mana kebijakan itu ditujukan untuk mendukung program unggulan Pemerintahan Prabowo Subianto, termasuk program Tiga Juta Rumah dan Koperasi Desa Merah Putih.

Di tengah-tengah itu, rencana parlemen merevisi Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 termasuk pengaturan mandat Bank Indonesia dan mekanisme evaluasi berkala oleh parlemen terhadap jajaran pejabat utama bank sentral, menimbulkan kekhawatiran akan terkikisnya independensi BI sebagai bank sentral.