Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Jeblok, Gubernur BI Tiba-Tiba Rilis Pernyataan

Sultan Ibnu Affan
26 September 2025 08:45

Perry Warjiyo (Dok. YouTube Bank Indonesia)
Perry Warjiyo (Dok. YouTube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) angkat bicara mengenai kinerja nilai tukar rupiah yang hingga saat ini terus mengalami pelemahan. Rupiah spot ditutup melemah 0,44% di Rp16.750/US$. sekaligus jadi yang paling lemah kedua di Asia Kamis (25/9/2025) kemarin.

Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan akan terus memantau dan berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah. Otoritas moneter, kata dia, akan menggunakan berbagai instrumen guna menjaga nilai rupiah ke depan.

"Bank Indonesia menggunakan seluruh instrumen yang ada secara bold, baik di pasar domestik melalui instrumen spot, DNDF DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan pembelian SBN [surat berharga negara] di pasar sekunder, " ujar Perry dalam keterangan resminya kepada wartawan, Jumat (16/9/2025).


Selain ke pasar domestik, Perry juga memastikan BI juga melakukannya di pasar luar negeri di Asia, Eropa, dan Amerika secara terus menerus melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF)

Perry yakin seluruh upaya tersebut dapat menjaga dan kembali menstabilkan rupiah. Dia juga turut meminta seluruh pelaku pasar untuk menjaga iklim keuangan agar lebih kondusif.