Logo Bloomberg Technoz

Soal 'Burden Sharing' SBN, Ini Penjelasan Terbaru Bank Indonesia

Redaksi
04 September 2025 08:58

Ilustrasi Bank Indonesia (BI). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia mengatakan sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi akan dilanjutkan secara hati-hati dan sejalan dengan disiplin pasar dan integritas.

Pernyataan itu mengemuka di tengah kabar rencana pembelian obligasi pemerintah (SBN) oleh bank sentral, juga burden sharing, berbagi beban bunga acuan untuk mendukung program pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

"Pembelian obligasi oleh bank sentral dilakukan secara terukur dan transparan, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas dan kredibilitas kebijakan moneter," demikian pernyataan Bank Indonesia, pagi ini.


Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan pembagian beban bunga dilakukan dengan membagi rata biaya bunga atas penerbitan SBN, setelah dikurangi penerimaan atas penempatan dana pemerintah untuk kedua program tersebut di lembaga keuangan domestik. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban biaya untuk program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. 

"Dalam pelaksanaannya, pembagian beban dilakukan dalam bentuk pemberian tambahan bunga terhadap rekening pemerintah yang ada di BI sejalan dengan peran BI sebagai pemegang kas pemerintah," kata Ramdan dalam keterangan tertulis.