Logo Bloomberg Technoz

Surat Utang RI Terus Diobral Kala Rupiah Sentuh Rp16.655/US$

Redaksi
23 September 2025 12:11

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Investor masih melanjutkan penjualan surat utang negara di tengah tekanan yang dialami oleh rupiah, ketika pasar diliputi kewaspadaan menjelang pidato Gubernur Federal Reserve  Jerome Powell, juga di kala Undang-Undang APBN 2026 diketok palu di Gedung Parlemen siang ini.

Melansir data Bloomberg realtime, Selasa siang (23/9/2025), mayoritas tenor SUN merangkak naik di kisaran terbatas menunjukkan para pemegang surat utang RI meminta imbal hasil lebih tinggi dengan menjual kepemilikan mereka sehingga harganya tertekan turun.

Yield SUN 2Y naik 1,4 basis poin (bps) di level 4,957%. Sedangkan tenor 5Y hanya berubah sedikit 0,3 bps kini di 5,441%. SUN tenor acuan 10Y naik 1 bps di posisi 6,342%. 


Kenaikan yield SUN hari ini melanjutkan tekanan jual yang sudah berlangsung kemarin hingga yield 5Y naik 5,4 bps menyentuh 5,44%, bersama tenor 10Y yang kemarin naik 2,8 bps.

Tekanan yang dialami harga SUN terutama karena sentimen pemburukan rupiah yang makin dalam. Rupiah hari ini menjebol level terlemah di Rp16.655/US$ pada pukul 11:46 WIB. Pelemahan rupiah menjadi yang terburuk di Asia setelah rupee India. Tekanan yang melanda mata uang Asia terjadi ketika indeks dolar AS, DXY, bergerak naik tipis di kisaran 97,37 siang ini.