Logo Bloomberg Technoz

“Kenaikan cukai yang sudah terjadi belum seluruhnya atau belum dapat terkompensasi oleh kenaikan harga yang proporsional,” ujarnya dalam Public Expose GGRM beberapa waktu lalu. 

Heru juga menekankan bahwa meskipun tidak ada kenaikan cukai pada 2025, kinerja belum otomatis membaik karena kenaikan di periode sebelumnya masih membebani.

Laporan keuangan GGRM juga menunjukkan tekanan pada beban produksi. Pos pita cukai, PPN, dan pajak rokok dalam beban pokok pendapatan mencapai Rp32,89 triliun per 30 Juni 2025, turun dari Rp38,17 triliun pada periode sama 2024.

Sementara itu, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan tren campuran. Berdasarkan riset Sucor Sekuritas, pertumbuhan pendapatan HMSP tercatat 28%, sementara laba bersih turun 23%. Dari sisi keuangan, free cash flow (FCF) anjlok 68%. 

Laporan keuangan HMSP per 30 Juni 2025 juga menunjukkan beban pita cukai sebesar Rp32,14 triliun, turun dari Rp33,52 triliun pada periode sama tahun lalu. Jika digabung dengan pos biaya operasional, total beban pita cukai mencapai Rp33,70 triliun, lebih rendah dibanding Rp34,89 triliun pada semester I/2024.

Kinerja GGRM yang lesu dan tren campuran kinerja HMSP ini mencerminkan tekanan industri yang lebih luas. 

Maybank Sekuritas melihat bahwa ruang perbaikan kinerja emiten rokok masih terbatas di tengah regulasi yang semakin ketat, pergeseran konsumsi ke segmen harga lebih rendah, lesunya daya beli, meningkatnya kesadaran kesehatan, dan arah kebijakan pemerintah untuk menekan konsumsi rokok akan terus menjadi faktor penekan.

(rtd/wep)

No more pages